'Kalau Anda tahu sudah berapa banyak yang Ical pecat, itu banyak!'

Senin, 29 Juni 2015 14:04 Reporter : Muchlisa Choiriah
'Kalau Anda tahu sudah berapa banyak yang Ical pecat, itu banyak!' Golkar. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Hadir sebagai saksi fakta, mantan Ketua DPD II Golkar Kabupaten Klungkung, Bali, Dewa Widiyasa Nida yang kini menjadi pendukung Munas Ancol (kubu Ketua Umum Agung Laksono) mengungkapkan akan mundur dari Golkar jika Aburizal Bakrie (Ical) nantinya terpilih kembali.

"Kalau Ical kembali terpilih, saya jujur mundur dari Golkar. Banyak sepertinya yang mundur," kata Dewa di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (29/6).

Dewa mengungkapkan tidak percaya terhadap Munas Bali karena sudah tidak adanya proses demokratis di dalamnya. Menurutnya yang ada hanyalah intimidasi yaitu pemecatan dan uang.

"Saya berani mengatakan kubu Ical tidak demokratis karena sebelum adanya munas ini, kami ada intimidasi," ucapnya.

Dewa mengungkapkan dia dan beberapa anggota Golkar lainnya sempat diberikan beberapa surat, seperti setelah Rapimnas di Jogja, untuk mendukung sekaligus memilih Ical sebagai ketua umum. Jika tidak memilih, langsung dipecat.

"Itu mencerminkan tidak demokratis. Tidak sesuai dengan undang-undang yang ada. Itu baru pertama saya rasakan, dulu saat Golkar di tangan Jusuf Kalla dan saat Munas Riau tidak pernah terjadi seperti ini. Ini kita tidak diberikan ketemu calon lain, padahal itu kan baik untuk kita mendengarkan banyak calon. Bukan seperti ini," paparnya.

Dewa menjelaskan, isi surat yang tertera materai itu adalah terkait surat dukungan dan memilih Ical sebagai ketua umum yang sah. Selanjutnya sehabis menandatangani surat, Dewa menyambangi Munas Ancol dan sehabis Munas Bali, dia dipecat tanpa penjelasan apapun.

"Saya memang ikut ke Munas Ancol. Tapi seharusnya saya ditanya dahulu kenapa ikut Munas Ancol? Bukan main pecat saja. Kalau Anda tahu, sudah berapa banyak yang Ical pecat, itu banyak!" jelasnya.

Dia mengungkapkan, kalau Ical terus bertindak seperti pemecatan tanpa pemberitahuan, maka Golkar tidak akan sehat lagi.

"Saya dan beberapa anggota lain pernah mau dikarantina di Bali dan ditawarkan akan diberikan sejumlah uang biar nggak ikut ke Ancol. Tapi saya pergi. Saya nggak mau. Ini kan intimidasi. Hanya pemecatan dan uang saja. Kacau Golkar kalau terus seperi ini," tuturnya.

Dewa menuturkan, Munas Bali yang ada saat ini berbeda jauh dengan Munas Ancol. Dirinya menganggap Munas Ancol lah yang pantas, karena demokratis.

"Di sana (Ancol) kita melakukan hak suara yang bebas kita jalankan. Kalau ini (Ical) main uang. Bisanya memimpin Golkar dengan memecat dan main uang. Kalau Ical terpilih, banyak menurut saya yang mundur dari Golkar," tutupnya. [ren]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini