Kahar Muzakir: Pelapor Sudirman saksinya Maroef, apa urusannya Riza?

Jumat, 11 Desember 2015 13:26 Reporter : Rizky Andwika
Kahar Muzakir: Pelapor Sudirman saksinya Maroef, apa urusannya Riza? Kahar Muzakir. ©wikidpr.org

Merdeka.com - Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dari Fraksi Golkar Kahar Muzakir terus-terusan membuat ulah. Kali ini, dia menolak dengan tegas bahwa Pengusaha minyak Riza Chalid harus dipanggil ke MKD.

"Apa gunanya? Jadi ada dua yg perlu diketahui anak bangsa. Jangan sampai ini menjadi sesuatu yang melanggar hukum. Kan ada aturannya. Bukti harus asli, rekaman tidak ada. Legal standing harus dipenuhi. Kan harus begitu," kata Kahar di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (11/12).

Kahar justru menyatakan bahwa dalam kasus 'Papa Minta Saham' yang sudah tiga pekan bergulir di MKD tidak ada sangkut pautnya dengan Riza Chalid.

Dia beralasan, yang terlibat hanyalah Menteri ESDM Sudirman Said sebagai pelapor dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin yang bertindak sebagai saksi.

"Enggak ada urusan sama Riza. Yang melaporkan kan Sudirman yang saksinya kan Maroef. Apa urusan sama Riza?" ujarnya.

Sebelumnya, nama Riza Chalid semakin sering dibicarakan. Apalagi, sosok Riza hanya dikenal bak hantu di belakang layar dunia minyak Indonesia bahkan perpolitikan tanah air.

Bos Global Resource Energy ini menjadi perbincangan publik karena namanya disebut dalam transkrip percakapan antara Ketua DPR Setya Novanto dan Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

Rekaman percakapan itu dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan oleh Menteri ESSM Sudirman Said. Sudirman menilai Novanto melanggar kode etik anggota DPR karena mencatut nama Presiden Jokowi meminta saham di Freeport.

Hal ini membuat sosok Riza Chalid terungkap di publik. Padahal selama ini, Riza dikenal sebagai orang di belakang layar, tak tersentuh sejak 2004.

Riza bahkan sudah mengatur proyek pembangunan Smelter dan PLTA. Padahal Riza hanya seorang pengusaha, bukan pejabat publik.

"Kita ini orang kerja, strateginya. Jadi Freeport jalan, bapak itu bisa terus happy, kita ikut-ikutan bikin apa. Kumpul-kumpul. Gua enggak ada bos, enggak usah gedek-gedek. Ngapain enggak happy. Kumpul-kumpul. Kita golf. Gitu, kita beli private jet yang bagus, representative. Apalagi," kata Riza dalam transkrip itu. [tyo]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini