'Kader Golkar yang gabung ISIS, diminta kembali ke jalan yang benar'

Senin, 6 April 2015 20:27 Reporter : Moch. Andriansyah
'Kader Golkar yang gabung ISIS, diminta kembali ke jalan yang benar' Kampanye Golkar. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Seteru Partai Golkar masih memanas. Kader partai beringin di daerah pecah. Untuk membendung persoalan di internal elit partai berlogo pohon beringin itu agar tidak merembet ke daerah, DPD Partai Golkar Jawa Timur mengumpulkan seluruh kadernya, Senin sore (6/4). Seluruh kader yang bergabung 'ISIS' diminta kembali berpegang AD/ART partai.

Hadir di rapat tertutup yang digelar di Kantor DPD Golkar Jawa Timur, Jalan A Yani, Wakil Sekjen DPP Golkar versi Munas Bali, Ridwan Hisjam sebagai undangan. Mantan anggota DPRD Jawa Timur ini mengimbau, agar kader di daerah, khususnya di Jawa Timur tetap berada di satu barisan.

Ini menyusul adanya Surat Keputusan (SK) yang menyeret-nyeret beberapa nama kader Golkar di Jawa Timur, masuk ke barisan Munas Ancol. Salah satunya, Sabron Pasaribu, yang mengaku tidak tahu menahu soal SK dukungan ke salah satu kubu tersebut.

"Saya di sini atas undangan yang ditandatangani Pak Edi Kuntadi (Plt Ketua Golkar Jatim) dan Gesang Budiarso (sekretaris). Undangan ini, saya sebagai Wakil Sekjen DPP Golkar hasil Munas Bali. Saya menyampaikan, agar kader di Jawa Timur ini jangan ikut-ikut persoalan di pusat yang nggak jelas ujung pangkalnya," tegas politisi yang akrab disapa Tatok itu di sela rapat.

Dia melanjutkan, karena persoalan elit politik partai di pusat itu, Golkar di Jawa Timur, akhirnya ikut pecah. "Kita ini sudah berjuang berdarah-darah membesarkan Golkar di Jatim. Masak sih, gara-gara tanggal Munas saja, kita jadi seperti ini. Ini kan masalahnya Munas 2014 atau Januari (2015), kemudian jadi berantakan. Ini kan ya gak masuk akal," katanya.

Kembali mantan Ketua DPD Golkar Jawa Timur ini mengingatkan, agar kadernya di provinsi timur Pulau Jawa ini, tetap solid. Sebab, persoalan di internal partai masih dalam sengketa dan menunggu putusan pengadilan.

"Kita kok ikut-ikut masalah gak jelas. Kita ajak kembali kader ke jalan yang benar sesuai AD/ART. Tidak ada Munas Bali tidak ada Munas Ancol, yang ada hanya Munas Riau. Karena dua-duanya masih dalam sengketa. Kader Golkar harus taat pada AD/ART."

"Saya minta kader Golkar Jawa Timur, yang sudah bergabung dengan 'ISIS,' Ikut Sana Ikut Sini, untuk segera kembali sesuai ADART, tidak ada perpecahan di tubuh Golkar. Saat ini, Golkar masih satu, yaitu Munas Riau, yang diketuai ARB (Aburizal Bakrie)," sambungnya.

Kembali dia meminta kader partai untuk menunggu keputusan pengadilan. Lebih baik, kata Tatok, kader Golkar di akar rumput bersabar sampai keputusan pengadilan dinyatakan inkracht.

"Saya juga sudah tanya ke beberapa orang soal SK dukung-mendukung di Jawa Timur. Saya juga sudah tanya Pak Sabron (Pasaribu), katanya nggak tahu namanya diikut-ikutkan, saya tegaskan lagi, agar Jawa Timur tetap satu barisan, nggak usah ikut-ikut masalah di pusat," tandas dia. [hhw]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini