Kabar Gerindra Gabung Pemerintah Kian Kencang, Nasdem Singgung Panasnya Pilpres 2019

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:59 Reporter : Ahda Bayhaqi
Kabar Gerindra Gabung Pemerintah Kian Kencang, Nasdem Singgung Panasnya Pilpres 2019 Diskusi Soal Pemerintahan Jokowi. ©2019 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Politikus Nasdem, Sugeng Suprawoto, mengingatkan kembali kerasnya kontestasi Pilpres 2019 antara Joko Widodo dengan Prabowo Subianto. Bahkan terjadi kerusuhan 21-22 Mei 2019 atau setelah penetapan KPU terhadap pemenang Pemilu 2019.

Sugeng membuka kembali setelah melihat kabar bergabungnya Gerindra ke pemerintahan Jokowi-Ma'ruf makin kencang.

"Waktu itu tidak ada yang mengecam. Gerindra, Prabowo mengecam keras mengutuk keras? kan engga ada. Itu harus ditetapkan dalam etik politik," kata Sugeng dalam diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/10).

Kini, Gerindra dan Prabowo kian erat dengan Istana. Sinyal-sinyal Gerindra bergabung pun muncul. Sugeng tidak setuju Gerindra bergabung karena mengingat kembali kerasnya kontestasi saat itu.

"Itu pertimbangan kita kenapa rival kontestasi itu yang menang yang menjalankan fungsi kekuasaan, yang kalah sabar sambil memperbaiki diri," kata Sugeng.

Dengan bahasa sindiran, Sugeng terheran-heran justru mereka-mereka yang awalnya bertarung keras dan kalah, coba-coba untuk mendekati Presiden Joko Widodo.

"Kok tiba-tiba orang cengengesan berebut kekuasaan," kata Sugeng.

Namun demikian, katanya, Nasdem menyerahkan keputusan soal nasib Gerindra kepada Jokowi. Sebab di lain sisi, kata dia, sangat diakui suasana politik memang lebih cair setelah Prabowo dan Jokowi bertemu untuk pertama kalinya di MRT setelah Pilpres selesai.

"Tapi suasana hari ini, lantas menjadi semua cair. Alangkah indahnya prosedur proses politik peaceful itu dalam kompetisi sehingga tidak muncul peristiwa 21-22 Mei," kata Sugeng. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini