Jusuf Kalla: Golput Tidak Melanggar

Rabu, 6 Februari 2019 16:02 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Jusuf Kalla: Golput Tidak Melanggar Wawancara Jusuf Kalla oleh KLY. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai, angka Golput yang diprediksi akan terjadi pada Pileg dan Pilpres nanti tidak akan mencederai proses demokrasi. Sebab, kata JK, di Indonesia memilih pemimpin adalah bentuk hak dan bukan kewajiban masyarakat.

"Jadi kita ini hanya hak, bukan kewajiban. Jadi Golput itu tidak melanggar apa-apa," kata JK di kantornya, Jalan Merdeka Utara, Rabu (6/2).

Tidak seperti di Australia, kata JK, mereka yang Golput akan dikenakan sanksi. Sebab hal tersebut dianggap melanggar hukum.

"Kita sistem pemilu kita ialah hak, kalau di Australia itu kewajiban, kamu tidak datang didenda USD 100," lanjut JK yang juga Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf ini.

Sebelumnya, Kelompok Golongan Putih (Golput) atau yang memutuskan untuk netral, tak memilih dalam pemilu disebut tidak melanggar aturan hukum. Masyarakat tak perlu takut untuk tidak mencoblos dalam Pemilu serentak 2019 mendatang.

Ketua Bidang Jaringan dan Kampanye YLBHI Arip Yogiawan mengatakan, apabila seseorang atau sekelompok orang memilih untuk tidak memilih pada Pemilu 2019 maka bukan pelanggaran hukum. Karena, memang tak ada pelanggaran hukum dari pilihan tersebut, itu merupakan hak warga negara.

"Yang dapat dipidana hanya orang yang menggerakan orang lain untuk Golput pada hari pemilihan dengan cara menjanjikan atau memberi uang atau materi lainnya," kata Arip di Kantor LBH, Jakarta Pusat, Rabu (23/1). [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. Golput
  2. Pilpres 2019
  3. Jusuf Kalla
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini