Jusuf Kalla: Demokrasi Kita Terlalu Mahal, Jadi Tak Berjalan Baik

Sabtu, 13 Februari 2021 14:36 Reporter : Merdeka
Jusuf Kalla: Demokrasi Kita Terlalu Mahal, Jadi Tak Berjalan Baik Luhut Pandjaitan Bertemu Jusuf Kalla. ©2020 Humas Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

Merdeka.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menilai, demokrasi saat ini sedang tidak berjalan baik. Menurut dia hal itu disebabkan ongkos yang mahal untuk mencapai kekuasaan.

"Apa masalah demokrasi kita? demokrasi kita terlalu mahal jadi tidak berjalan baik, untuk menjadi anggora DPR berapa? Bupati? untuk jadi calon saja butuh biaya," kata pria karib disapa JK seperti dikutip Liputan6.com dalam acara mimbar demokrasi di kanal daring Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sabtu (13/2).

JK meyakini, mahalnya ongkos politik seorang calon untuk mencapai puncak dinilai sebagai investasi yang harus dikembalikan. Maka, saat mereka sudah berkuasa, alih-alih menegakkan demokrasi, malah justru melakukan korupsi oleh mereka yang terpilih.

"Saat angka indeks demokrasi menurun maka angka korupsi naik dan sebaliknya," jelas JK saat membandingkan demokrasi dan tingkat korupsi.

JK pun mendorong, agar demokrasi tetap menjadi patokan. Karenanya, dia meminta kepada siapa pun untuk terus melakukan introspeksi, check and balance dengan bisa memberikan kritik.

"Maka tentu kita harus intropeksi, di sisi kita, demokrasi harus jadi prioritas. Menjaga kepentingan kita untuk check and balance, ada kritik dalam pelaksanaannya," katanya.

Reporter: Muhammad Radityo
Sumber : Liputan6.com [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini