Juru Debat Prabowo Nilai Jokowi 'Menyerang' Karena Elektabilitas Stagnan

Senin, 4 Februari 2019 15:49 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Juru Debat Prabowo Nilai Jokowi 'Menyerang' Karena Elektabilitas Stagnan Jokowi Bersama ABJ. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ahmad Riza Patria menilai, Capres Petahana Joko Widodo atau Jokowi panik karena elektabilitasnya mandek. Sehingga, belakangan ini Jokowi tampak menyerang lawan politiknya.

"Kalau petahana menyerang itu berarti petahana melihat bahwa faktanya survei-survei membuktikan elektabilitas petahana itu stagnan. Sementara suara dari penantang terus naik dan meningkat," kata Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/2).

Politikus Partai Gerindra itu juga menduga Jokowi kesal lantaran jumlah masyarakat yang hadir dalam tiap kegiatannya tak seheboh capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Sehingga, kepala daerah dikerahkan supaya banyak masyarakat datang.

"Dari jumlah yang datang padahal mohon maaf kalau petahana bikin acara itu selalu melibatkan banyak pihak diantaranya aparat. Ya kepala dinas, lurah, bupati, walikota, kadang gubernur. Itu dilibatkan dalam rangka pengerahan massa," kata Riza.

"Disiapkan tempat yang baik, konsumsi bahkan sering disiapkan bingkisan, sembako dan juga amplop. Faktanya begitu. Tapi kok masyarakat tidak antusias. Banyak yang kosong. kita lihat di banyak tempat termasuk yang terakhir," sambungnya.

Sementara acara yang dihadiri Prabowo, kata dia, selalu penuh. Dia mencontohkan kegiatan jalan sehat relawan rumah djoeang yang dihadiri Prabowo pada minggu (3/2) pagi.

"Hampir 60 ribu, tidak dikasih ongkos, tidak dikasih konsumsi sekalipun cuma aqua. Tidak ada pengerahan massa, tidak ada transportasi, tidak ada sembako. Tapi masyarakat antusias luar biasa. Padahal diselenggarakan dalam waktu yang singkat," tuturnya.

Kemudian, kehadiran Prabowo di daerah basis pemilih Jokowi juga selalu penuh. Contohnya saat Prabowo berkunjung ke Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Begitu juga setiap acara yang Pak Sandi dateng. Kunjungan ke mana saja selalu ramai. Sehingga jangan heran kalau petahana belakangan menyerang penantang," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi berulang kali menyindir soal serangan-serangan yang dilancarkan lawan politiknya. Itu disampaikan Jokowi saat bertemu dengan para relawannya di Jawa Tengah dan Jawa Tengah.

Dia memberikan contoh beberapa isu hoaks yang merajalela jelang Pilpres, mulai dari 7 kontainer sudah dicoblos, hingga selang darah dipakai 40 kali di rumah sakit. "Saya berikan contoh, katanya ada 7 kontainer yang sudah dicoblos. 7 Kontainer itu kalau saya hitung 80 juta kertasnya (surat suara). Begitu dijawab diam," kata Jokowi.

"Besoknya keluar lagi selang darah dipakai sampai 40 kali. Dijawab lagi dari RSCM, diam," lanjut Jokowi.

Tidak hanya itu, Jokowi juga mengungkit terkait kasus hoaks yang menjerat Ratna Sarumpaet. Dia mengatakan yang tidak benar adalah yang memberikan informasi bahwa Ratna babak belur lantaran dipukuli dan dianiaya. "Itu enggak benar. Itu maunya apa sih? Maunya sebetulnya apa? Nuduh kita kriminalisasi, itu saja sebetulnya arahnya," kata Jokowi.

Jokowi pun yakin masyarakat kini bisa cerdas. Dan tidak bisa termakan isu hoaks. "Tapi masyarakat sekarang ini cerdas dan masyarakat pintar-pintar. Dipikir masyarakat masih bodoh-bodoh," tegas Jokowi. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini