KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Jokowi seperti gadis manis yang akan dipinang

Sabtu, 7 September 2013 10:44 Reporter : Dharmawan Sutanto
Rakernas PDIP di Ancol. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Sikap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dinilai seperti gadis yang akan dipinang saat ditanya tentang capres. Hal itu tak terlepas dari pernyataan, politisi PDI Perjuangan tersebut yang selalu menyatakan ingin konsentrasi terlebih dahulu untuk membenahi Jakarta.

"Kan gadis kalau dipinang biasanya bilang begitu: "Tunggu dulu, ndak lihat saya sedang fokus ke pekerjaan," Lalu Jokowi lempar ke PDIP, persis seperti gadis mau dipinang yang akan bilang: "Coba tanya dong ke keluarga saya," ungkap pengamat politik Effendy Ghazali kepada wartawan, Sabtu (7/9).

Effendy mengakui kehebatan Jokowi saat ditanya wartawan tentang Capres tanpa berucap kata siap, tetapi dari sikap yang ditunjukan mencerminkan hal tersebut. Pembawaan yang matang, sederhana, dan membuat orang makin gemas.

"Ini amat tepat dengan ilmu komunikasi politik modern yang mempersyaratkan karakter, naratif, reaksi emosional terhadap Karakter dan naratif," jelasnya.

Dirinya menganggap, respons yang ditunjukan orang nomor satu di Jakarta tersebut untuk nyapres sudah tepat. "Respons Jokowi memang harus makin menggemaskan untuk dipinang," tegasnya.

Effendy yang masuk dalam jajaran Komite Konvensi Partai Demokrat mengakui, Jokowi lebih unggul dibandingkan para peserta Konvensi Partai Demokrat. Bahkan, tanpa sungkan ia mengaku sebagai pendukung Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Dan itu saya kemukakan dimana pun termasuk kalau ada rapat-rapat Komite Konvensi Partai Demokrat, wong memang begitu kenyataannya saat ini," katanya.

Effendy mengatakan harusnya Jokowi mengikuti konvensi, karena manfaat konvensi adalah membuat para calon dari partai berbeda saling berkontestasi dalam gagasan-gagasan besar bernegara.

Sehingga, Konvensi juga akan bermanfaat mematangkan Jokowi untuk bereaksi terhadap gagasan-gagasan peserta konvensi pada waktunya.

"Kita butuh capres-capres dengan gagasan-gagasan besar menghadapi persoalan bangsa dan tantangan global kan. Katakanlah para capres yang bisa memperdebatkan GBHR (Garis Besar Haluan Rakyat)," jelasnya.

Pria yang sempat dekat dengan Olga Lidya ini mencontohkan bagaimana Obama dapat mengeluarkan gagasan-gagasan besar sewaktu mengikuti konvensi bersama Hillary. Kemudian, keduanya maju sebagai capres dari partai masing-masing.

"Obama dan Mit Romney (Republik) bisa juga melakukan kontestasi gagasan-gagasan besar,"ucapnya. [war]

Topik berita Terkait:
  1. Jokowi
  2. Capres Jokowi
  3. PDIP

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.