Jokowi Minta Projo Tak Buru-Buru Deklarasi Capres, Ngabalin: Belanda Masih Jauh

Senin, 23 Mei 2022 14:56 Reporter : Ahda Bayhaqi
Jokowi Minta Projo Tak Buru-Buru Deklarasi Capres, Ngabalin: Belanda Masih Jauh Ngabalin lapor polisi. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, Presiden Joko Widodo meminta Projo tidak buru-buru deklarasi dukungan calon presiden. Sebabnya, politik bisa berubah secara dinamis.

"Namanya juga politik ya dinamika itu selalu berubah dinamis jadi tidak bisa teman-teman kemudian membicarakan sesuatu lebih awal istilahnya Belanda masih jauh ojo kesusu, yang terburu-buru," katanya di Istana Negara, Senin (23/5).

Dia menjelaskan, Presiden Jokowi memberikan pengarahan agar Projo tidak buru-buru menunjuk siapa yang bakal didukung di 2024. Sebagai kepala negara, Jokowi mengerti siapa orang yang pas dan memiliki kapasitas dan kapabilitas.

"Situasi politik itukan hitungan detik bisa cepat berubah jadi Pak Presiden harus memberikan pengarahan seperti itu dan beliau sebagai kepala negara," ujarnya.

"Dikira saya tahu setiap pemimpin yang sukses dan berhasil mengerti siapa orang yang pas dan memiliki kapasitas kapabilitas kemampuan leadership mengerti tentang pemerintahan mengerti tentang heterogennya bangsa ini," tegas Ngabalin.

2 dari 2 halaman

Seperti diketahui, Presiden Jokowi berbicara soal dukungan kepada calon Presiden di hadapan relawan Projo.

Saat di atas podium, Jokowi menyinggung tokoh yang hadir dalam rakernas relawannya itu bisa saja capres yang didukung. Meskipun dia mengingatkan, relawan Projo jangan terburu-buru menentukan dukungan di Pilpres 2024.

Mendengar ucapan Jokowi, seisi Balai Ekonomi Desa Ngargogondo bergemuruh. Ratusan relawan meneriakan satu nama tokoh yang berada di tengah mereka. Dia adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta relawan Projo tidak tergesa-gesa untuk menentukan capres 2024. Meskipun, Jokowi tidak menyangkal Projo sudah mendukung salah satu tokoh jadi capres.

"Berkaitan dengan politik, karena kita harus fokus dengan persoalan persoalan (ketidakpastian global) tadi urusan politik 'ojo kesusu' jangan tergesa-gesa, jangan tergesa-gesa, meskipun mungkin yang kita dukung ada di sini," kata Jokowi saat membuka Rakernas V Projo di Jawa Tengah, Sabtu (21/4).

Para peserta pun riuh mendengar ucapan Jokowi itu. Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga kader PDIP ramai diteriakan.

"Sudah dibilang jangan tergesa-gesa, 'ojo kesusu'. Ini mau tergesa-gesa ini kelihatannya," ucap Jokowi menanggapi teriakan peserta.

Jokowi kembali berpesan agar relawannya fokus untuk selesaikan persoalan negara maupun global yang penuh ketidakpastian. Setelah itu, barulah masuk keputusan politik capres 2024.

"Sudah dibilang persoalan persoalan ini harus diselesaikan dulu, diselesaikan baru kita masuk yang namanya keputusan yang saya akan dengar dari bapak ibu semua, saya akan ajak bicara," kata Jokowi.

Acara Rakernas V Projo ini dihadiri sejumlah tokoh. Di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid yang juga relawan dari Sekretaris Nasional Jokowi, dan Bupati Magelang Zaenal Arifin. [fik]

Baca juga:
Menakar Peluang Airlangga Diusung Capres dari KIB, Siapa Cawapresnya?
Politikus PDIP Tak Lihat Sinyal Jokowi Dukung Ganjar Jadi Capres
Wagub DKI Harap Bawaslu Antisipasi Kecurangan Politik di Pemilu 2024
PDIP Soal Pesan Jokowi ke Projo: Capres-Cawapres Harus Memperhatikan Banyak Aspek
PAN Tak Menolak Cak Imin Jadi Capres dari KIB: Asal Menang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini