Jokowi jangan bunuh harapan rakyat karena salah memilih menteri

Selasa, 21 Oktober 2014 16:46 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Jokowi jangan bunuh harapan rakyat karena salah memilih menteri Jokowi dan PM Papua Nugini. ©AFP PHOTO/Bay ISMOYO

Merdeka.com - Presiden Jokowi belum mengumumkan nama-nama menteri yang akan menjadi pembantunya di kabinet. Publik pun bertanya-tanya siapa saja orang yang bakal menjadi menteri Jokowi.

Direktur Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), Eryanto Nugroho mengatakan, Jokowi harus terbuka kepada rakyat soal nama-nama calon menteri di kabinetnya. Sebab, rakyat memiliki harapan besar terhadap Jokowi.

"Jokowi tidak boleh membunuh harapan rakyat dengan memilih nama-nama menteri yang salah," kata Eryanto di Kantor KontraS, Jakarta, Selasa (21/10).

Menurutnya, banyaknya orang yang hadir di pesta rakyat kemarin menjadi salah satu tanda banyaknya orang yang menggantungkan harapan kepada pemerintahan Jokowi-JK. Oleh karena itu Jokowi harus bisa memilih orang-orang yang tepat dan bebas dari korupsi untuk dijadikan menteri.

"Harus memilih orang-orang yang tepat, yang bebas dari korupsi. Jokowi harus mencabut nama yang sudah ada tanda merah," kata Eryanto.

Dia mengatakan, pemilihan menteri mencerminkan langkah awal dari visi misi Jokowi, yakni dengan memiliki menteri yang berintegritas, bersih dan profesional di bidangnya. [dan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini