Jokowi Bocorkan Ada Menteri di Kabinet Kerja Akan Kembali Jabat Periode 2019-2024

Jumat, 12 Juli 2019 11:17 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Jokowi Bocorkan Ada Menteri di Kabinet Kerja Akan Kembali Jabat Periode 2019-2024 Jokowi di Labuan Bajo. ©Liputan6.com/Lizsa Egeham

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengaku telah memiliki komposisi untuk susunan kabinet pada periode selanjutnya. Bahkan, dia menjelaskan, ada akan beberapa menteri di Kabinet Kerja akan kembali mendapat kepercayaan.

Jokowi tidak mempermasalahkan partai politik pendukungnya meminta jatah menteri. Namun, dia memastikan sudah ada gambaran komposisi susunan menteri saat dirinya kembali menjabat bersama Ma'ruf Amin hingga 2024.

"Ya enggak apa-apa mau minta 10, mau minta 11, mau minta 9. Kan enggak apa-apa. Wong minta aja," katanya di JCC, Jakarta, Jumat (12/7).

Mantan Wali Kota Solo ini menegaskan, tidak akan berlama-lama mengumumkan susunan kabinet tersebut. Sebab, dia bersama Ma'ruf Amin telah memiliki rancangan mengenai siapa siapa saja yang akan membantu pemerintahan lima tahun ke depan.

"Ya kira-kira komposisinya 60-40 atau 50-50. Kira-kira itu," ujarnya.

Jokowi tidak menyebutkan siapa-siapa saja yang akan menjabat sebagai menteri. Namun, dia mengisyaratkan, akan ada menteri di Kabinet Kerja kembali mengemban tugas di kabinet periode 2019-2024.

"Banyak (menteri-menteri sekarang bertahan)," tutupnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, untuk mengelola kekuasaan lebih bijaksana yaitu dengan membuat peta politik.

"Pertama harus dibikin polanya, katakanlah kalau anda berbicara untuk kekuasaan, berapa dari partai politik berapa non partai artinya profesional, kan disusun dulu, ditentukan dulu," kata JK saat memberikan arahan dihadapan para peserta kuliah umum PPRA LIX dan PPSA XXI Tahun 2019 Lemhannas di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (11/7).

Kemudian, setelah itu menentukan jumlah di kabinet disesuaikan dengan perolehan partai politik di kabinet. Dan harus dilakukan dengan adil.

"Tentu jangan yang kursinya sedikit mendapatkan lebih banyak kursi dibanding yang banyak kursinya, itu nanti kacau yang di dalam itu," lanjut JK.

JK menjelaskan, untuk menyusun kabinet kerja tidak mudah dan asal mengambil keputusan partai. Perlu dipikirkan dengan matang.

Dalam keputusan tersebut jajaran kabinet harus ada harmonisasi antara politik, wilayah, antar agama serta gender, tingkat kemampuan, hingga profesionalisme. Serta didukung seluruh rakyat Indonesia. Sehingga, kata JK, terjadi suatu harmoni kekuasaan.

"Jadi tidak mudah juga menyusun kekuasaan nasional itu, karena harus diharmoniskan antara politiknya dan harus diharmoniskan antara wilayahnya dan diharmoniskan antar agama, diharmoniskan antara gender," kata JK. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini