Jokowi Bicara Reshuffle, PPP Sindir Kinerja Menteri Soal PSBB & TKA China

Senin, 29 Juni 2020 12:03 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Jokowi Bicara Reshuffle, PPP Sindir Kinerja Menteri Soal PSBB & TKA China Sekjen DPP PPP Arsul Sani. ©2017 merdeka.com/moch andriansyah

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) jengkel kepada para menterinya karena kinerja yang dianggap belum optimal di tengah suasana krisis Covid-19. PPP ikut menyoroti kinerja para pembantu presiden. Setidaknya ada dua hal yang menjadi masalah.

Sekjen PPP Arsul Sani merinci, pertama ada sejumlah anggota kabinet yang sulit diukur kinerjanya karena tidak pernah secara terbuka atau jelas menyampaikan hasil kerja. Baik di media massa atau media sosial.

Kedua, ada anggota kabinet yang berkomunikasi publik, tapi tidak mengkoordinasikan dengan anggota kabinet lainnya atau tidak membaca apa yang disampaikan jajaran pemerintahan lainnya.

"Sehingga menjadi nggak 'match' terkait sikap pemerintah atas suatu masalah. Ini misalnya waktu itu isu karantina, pelonggaran PSBB, TKA China dan lain-lain," kata Arsul.

1 dari 1 halaman

Arsul menambahkan, kekecewaan atau kemarahan Presiden Jokowi kepada sejumlah menteri kabinetnya merupakan lecutan agar menteri-menteri yang kinerjanya tidak maksimal bekerja lebih keras. Serta, lebih peka dalam menyikapi perkembangan pandemi Covid-19 yang menyebabkan lesunya ekonomi yang luar biasa dan bahkan menuju resesi.

"Tapi apakah ini merupakan sinyal reshuffle dalam waktu dekat? Jawabannya ya bisa ya, bisa tidak. Hanya kalau melihat pada masa kepresidenan Pak Jokowi yang pertama, reshuffle itu bukan lagi hal yang luar biasa," tuturnya.

Arsul menambahkan, PPP tidak berubah pandangan bila bicara soal reshuffle. Kapan mau reshuffle dilakukan dan siapa yang bakal direshuffle biar menjadi urusan Presiden.
Pembubaran atau peleburan di struktur kabinet juga kewenangan Jokowi. Batasannya adalah UUD NRI Tahun 1945 dan UU Kementerian Negara.

"Sepanjang tidak menabrak konstitusi dan UU tersebut, maka parpol gak bisa ikut campur kecuali diminta pandangannya atau diminta mengirimkan nama dalam reshuffle tersebut. Jadi buat PPP tidak masalah kalau Presiden bicara dengan parpol-parpol koalisi sebelum reshuffle dilakukan," pungkasnya. [rnd]

Baca juga:
PDIP Nilai Wajar Jokowi Marah Hingga Ancam Reshuffle Kabinet
PAN: Jokowi Sudah Merasa Ada yang Tak Beres Dalam Kabinetnya
Jokowi Bicara Reshuffle, PDIP Soroti Menteri Bidang Ekonomi
Jokowi: Keluarga Merebut Jenazah Positif Covid-19 Jangan Terjadi Lagi
Jokowi Tegur Menkes Terawan: Buat Aturan Jangan Bertele-Tele, Sederhanakan!

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini