Jokowi Bicara Reshuffle, PDIP Soroti Menteri Bidang Ekonomi

Senin, 29 Juni 2020 11:37 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Jokowi Bicara Reshuffle, PDIP Soroti Menteri Bidang Ekonomi Andreas Hugo Pareira. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Politikus PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menyoroti marahnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para menteri yang kerjanya dianggap biasa saja di tengah pandemi Covid-19. Menurut dia, pidato Jokowi jelas bernada keras.

"Pidato presiden di Istana Bogor di hadapan para pembantunya, menteri kabinet dan pimpinan lembaga tinggi negara jelas bernada keras dengan pesan yang tegas," kata Andreas, Senin (29/6).

Andreas menambahkan, Presiden sangat menekankan soal evaluasi kinerja para menteri dan respon sense of crisis dari para pembantu presiden yang terlihat dalam kinerja di masing-masing kementerian dan lembaga.

"Melihat gesture presiden dalam pidato ini, nampaknya akan ada reshuffle kabinet, terutama terhadap pembantu-pembantunya yang kurang tanggap sense of crisis," ucapnya.

1 dari 3 halaman

Soroti Bidang Ekonomi

PDIP Soroti menteri di bidang ekonomi. Dia meyakini, menteri ini yang dianggap kurang tanggap dalam menghadapi situasi krisis seperti sekarang.

"Terutama tentu yang berkaitan dengan pembantu-pembantu presiden yang berkaitan dengan penanggulangan Covid-19, penanggulangan dampak sosial ekonomi dan pemulihan ekonomi," tambahnya.

Menurut Andreas, langkah reshuffle perlu segera dilakukan. Hal itu guna memperkuat kepercayaan publik dan bentuk keseriusan pidato Jokowi.

"Langkah ini perlu segera dilakukan agar tidak menjadi rumors politik dan memperkuat kepercayaan publik terhadap keseriusan pemerintah sebagaimana pidato presiden yang memang sangat serius," pungkasnya.

2 dari 3 halaman

Jokowi Marah

Sebelumnya, pernyataan Presiden Jokowi yang berniat melakukan reshuffle disampaikan dalam sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 18 Juni 2020. Dia berbicara dengan nada tinggi.

 "Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara. Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya," ujar Jokowi dalam video dari Sekretariat Presiden, Minggu (28/6).

Jokowi menegaskan bahwa saat ini perlu langkah-langkah extraordinary atau luar biasa dalam menghadapi pandemi virus corona (Covid-19) yang telah berjalan selama tiga bulan. Terlebih, para menteri dan pimpinan lembaga bertanggung jawab terhadap kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.

"Ini tolong digarisbawahi dan perasaan itu tolong kita sama. Ada sense of crisis yang sama," tegas dia.

Jokowi mengungkapkan bahwa Organization of Economic Co-Operation Development (OECD) menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia terkontraksi minus 6-7-6 persen. Bank Dunia juga memprediksi pertumbuhan ekonomi mengalami minus 5 persen.

3 dari 3 halaman

Untuk itu, Jokowi meminta para menterinya lebih bekerja keras menghadapi krisis tersebut. Menurut dia, saat ini bukan lagi situasi normal yang hanya bekerja seperti biasa.

"Kita harus ngerti ini. Jangan biasa-biasa saja, jangan linear, jangan menganggap ini normal. Bahaya sekali kita. Saya lihat masih banyak kita yang menganggap ini normal," jelas Jokowi.

Dia pun mempersilahkan para menterinya apabila ingin membuat kebijakan demi menyelamatkan negara dan masyarakat Indonesia dari krisis. Misalnya, menerbitkan peraturan presiden (perpres) ataupun peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu).

"Entah buat perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada," kata dia. [rnd]

Baca juga:
Jokowi: Keluarga Merebut Jenazah Positif Covid-19 Jangan Terjadi Lagi
Jokowi Tegur Menkes Terawan: Buat Aturan Jangan Bertele-Tele, Sederhanakan!
Analisa Pakar: Jokowi Jengkel, Menteri Minim Pemahaman, Birokrat Gagap
Kejengkelan Jokowi Lihat Kerja Menteri, Tak Sudi Lihat Rakyat Mati Dulu Baru Dibantu
Jokowi Singgung Reshuffle Kabinet, PPP Sebut Kewenangan Presiden
Menteri Berkinerja 'Jeblok' Siap-siap Direshuffle, Siapa Mereka?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini