JK Bicara 'King Maker' Anies, Politik Identitas sampai Dibenci Ahokers

Senin, 28 November 2022 15:25 Reporter : Merdeka
JK Bicara 'King Maker' Anies, Politik Identitas sampai Dibenci Ahokers Jusuf Kalla di Rakernas Partai NasDem. ©2022 Ade Danhur/JK

Merdeka.com - Senior Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK) menjelaskan kabar menjadi ‘King Maker’ dalam pencalonan Anies Baswedan di Pemilu 2024. JK menegaskan, dirinya dekat dengan semua kandidat bakal Capres pada Pilpres 2024.

Awalnya Rocky Gerung bertanya tentang peran JK sebagai ‘King Maker’ dalam pencalonan Anies Baswedan.

JK mengatakan, dirinya dekat secara pribadi dengan siapapun. Termasuk Anies yang diakuinya kenal sejak lama. Pernah diskusi tiap Jumat tentang politik dan ekonomi bersama Anies dan rekan-rekan dosen lainnya.

Diketahui, Anies adalah mantan Rektor Universitas Paramadina.

"Waktu Anies jadi gubernur, semua orang tahu saya dulu saya berterimakasih, dalam beberapa jam saja, saya telepon itu Gerinda dan PKS langsung dukung, tengah malam di sini, saya di New York," cerita JK dalam wawancara bersama Rocky Gerung di channel Youtube RGTV, dikutip Senin (28/11).

2 dari 4 halaman

JK pun merasa heran, hanya karena dirinya mendukung Anies Baswedan dalam Pilgub DKI 2017, lalu hingga kini para pendukung Ahok alias Ahokers sangat membenci dirinya. Saat itu, Ahok sebagai calon petahana kalah oleh Anies Baswedan.

"Saya kadang-kadang ketawa juga, aneh juga keadaan kalau sampai sekarang Ahoker masih marah, artinya tidak paham demokrasi," ujar JK.

Begitu juga dengan para kandidat calon lainnya, JK merasa sangat dengan. Misalnya dengan Prabowo Subianto. Menurut dia, beberapa waktu lalu Prabowo minta bertemu saat sedang berada di Makassar.

3 dari 4 halaman

Termasuk dengan Ketum Golkar Airlangga Hartarto, kata JK, juga sering bertukar pikiran. Datang ke rumahnya untuk konsultasi.

"Tentu sebagai pribadi ada prefenssi bahwa saya mempunyai suatu kriteria dan saya juga mengharapkan kita semua memilih dengan objektifitas, berdasar kriteria," kata JK.

Dia juga protes dengan kampanye jangan pililih Capres yang memainkan isu politik identitas. Menurut dia, semua capres jika hendak kampanye selalu tempat yang dikunjungi adalah pesantren.

"Semua capres mau kampanye kemana dia pergi? Pesantren, tidak ke masjid, ketemu kiai, siapapun," imbuhnya.

4 dari 4 halaman

"Bukan satu dia pergi ke 100 pesantren. Jadi sebenarnya orang ingin mempunyai identitas bahwa dia masuk golongan pecinta kiai atau islam yang baik."

"Siapa capres yang tidak ke pesantren? Semua, saya buat dulu," ujar dia.

"Saya, Jokowi, Pak SBY pasti pertama kali, dulu pesantren mana nih? Banyuwangi, Kediri, dimana di Jabar, semua begitu. Jadi mereka mencari identitas," kata JK. [rnd]

Baca juga:
Penjelasan Relawan soal Video Minta Jokowi Tempur Lawan Kubu yang Serang Pemerintah
Ketika Ridwan Kamil Dihadapkan Dua Pilihan: PAN atau Golkar
Ditanya Ciri Pemimpin Berambut Putih, Ganjar: Kalau Mau Potong Saya Tunjukin Salonnya
Jokowi Singgung Rambut Putih, PDIP: Ganjar Kader yang Taat
Kode Jokowi soal Kriteria Pemimpin, Prabowo Pamer Rambut Putih

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini