Jelang debat kedua, Deddy Mizwar tetap tolak jawab pertanyaan sulit

Senin, 14 Mei 2018 14:07 Reporter : Aksara Bebey
Wagub Jabar Deddy Mizwar. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengaku tidak akan menjawab pertanyaan yang dinilai sulit dalam debat publik kedua Pilgub Jabar di Balairung Universitas Indonesia Depok, Senin (14/5) malam ini.

Hal tersebut sama seperti yang ia lakukan saat debat perdana Pilgub Jabar 12 Maret lalu. Kala itu, Deddy ditanya soal industri yang sudah memasuki era mesin.

Pria yang akrab disapa Demiz ini pun menyatakan tetap konsisten tak menjawab pertanyaan yang sulit.

"Ya itu saja dan gak semuanya juga harus bisa kita jawab. Kalau masalah-masalah yang sangat sulit ya kita tinggal panggil saja ahlinya, nanti yang ahlinya berbicara," ujar Demiz melalui rilis yang diterima, Senin (14/5).

Alasannya, penyelenggaraan debat hanya menggunakan dalam bahasa teknokratis atau bahasa diplomatis pemerintah, bukan bahasa rakyat. Hal itu membuat masyarakat tidak antusias untuk menyaksikannya.

"Debat ini saya lihat dalam bahasa teknokratis bukan bahasa rakyat, mungkin saja masyarakat banyak yang nonton dangdut dari pada debat," ucapnya.

Terkait tema yang akan dibahas, Demiz memilih mengutamakan substansi baik terkait dengan masalah kehutanan, lingkungan maupun sumber daya alam.

Sumber daya alam tersebut harus digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga dengan cara tesebut dapat meningkatkan investasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Demiz yang juga berpasangan dengan Dedi Mulyadi menegaskan, semua yang nantinya disampaikan tetap sesuai dengan koridor program kerja keberlanjutan yang telah dirancang pihaknya.

"Tetapi semuanya juga harus dalam koridor keberlanjutan sesuai dengan aturan. Ada 17 goals (tujuan) dari SDGs (sustainable Development Goals)," pungkasnya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini