Jawaban Kubu Prabowo Saat Diperingatkan Mantan Jenderal TNI Moeldoko

Kamis, 10 Januari 2019 06:00 Reporter : Syifa Hanifah
Jawaban Kubu Prabowo Saat Diperingatkan Mantan Jenderal TNI Moeldoko Jawaban kubu Prabowo-Saat Diperingatkan Moeldoko. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Merdeka.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma'ruf Amin, Moeldoko memperingatkan kubu Prabowo-Sandiaga agar tak main-main dalam menyebarkan isu. Gertakan muncul, saat kubu Prabowo-Sandiaga curiga dengan KPU. Mantan Panglima TNI ini mencium adanya upaya agar masyarakat tidak percaya pemerintah.

"Kita sudah punya catatan, jangan main-main, jangan main-main. Kemarin Saya bilangin lanjutkan permainan itu, saya akan mainkan juga," kata Moeldoko.

Ancaman yang dilontarkan Moeldoko, membuat kubu Prabowo bereaksi. Berikut ini jawaban kubu Prabowo terkait 'gertakan' dari mantan Panglima TNI Moeldoko:

1 dari 4 halaman

Kubu Prabowo: Kita Juga Tidak Main-Main

Ferry Juliantono. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Menanggapi pernyataan Moeldoko, Jubir Prabowo-Sandiaga, Ferry Juliantono mengaku tak goyah. Dia bahkan menuding balik, petahana menggunakan kekuasaan untuk bisa memenangkan Pilpres 2019.

"Kita juga nggak main-main kalau petahana pakai kekuasaannya," kata Ferry saat dihubungi merdeka.com, Selasa (8/1).

Ferry melihat, netralitas KPU memang perlu dikritisi. Sebab, perihal keputusan bocoran pertanyaan saat debat perdana dinilai kontroversial dan menguntungkan satu pihak.

2 dari 4 halaman

Level Moeldoko Harusnya Tidak Ancam Mengancam

Sodik Mujahid. ©dpr.go.id

Juru Debat Prabowo-Sandi, Sodik Mujahid mengatakan Moeldoko tidak sebantasnya memberikan ancaman kepada kubu lawan. Kata Sodik, ancaman tersebut tidak seharusnya keluar dari mulut seorang Moeldoko yang juga menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

"Saya harusnya selevel Moeldoko tidak begitulah ya karena permainan level-level menengah ke bawah iya enggak? Kalau bicara permainan tanda petik begitu mohon maaf kami loh yang banyak dikerjain," kata Sodik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/1).

Menurutnya, BPN adalah pihak yang paling banyak diserang oleh fitnah. Padahal pembuat itu, lanjut dia, paling banyak berada di kubu Jokowi-Ma'ruf. "Kami yang paling banyak dikerjai, tapi kami difitnah. Hoaks adalah dari sana, produser yang paling banyak. Ya jadi sekali lagi poinnya level begitu jangan ancam-mengancam biarlah kita harus meredakan," ungkapnya.

3 dari 4 halaman

PAN Sebut Pemerintah yang Sering Mobilisasi Orang

dradjad wibowo. pan-jateng.com

Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN, Dradjad Wibowo tak mau ambil pusing terkait peringatan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Dia malah menegaskan, netralitas KPU dalam Pilpres 2019 ini memang patut disorot.

"Faktanya memang banyak kejadian-kejadian yang membuat kita sangsi dengan netralitas KPU dalam Pilpres. Mulai dari DPT dan seterusnya," kata Dradjad kepada merdeka.com, Selasa (8/1).

Dalam hal ini, Dradjad menyarankan, kubu Jokowi-Ma'ruf mestinya mendukung perbaikan kebijakan KPU. Agar tidak menuai kontroversi. "Daripada main ancam, yang tidak akan dianggap sama sekali, mending perbaiki saja hal tersebut," jelas Timses Prabowo-Sandiaga itu.

4 dari 4 halaman

Kubu Prabowo Bilang 'Akses Kami Terbatas'

suhud aliyudin PKS. ©2018 Merdeka.com/PKS.id

Moeldoko menuding kubu Prabowo menyebar isu agar masyarakat tidak percaya pemerintah. Tudingan tersebut langsung dibantah oleh Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhud Aliyudin. Dia mengatakan, timnya memiliki akses yang terbatas untuk melakukan tudingan semacam itu.

"Kami bisa apa? Akses kami terbatas. Kami tidak memiliki media. Bagaimana mungkin dengan akses media kampanye yang terbatas kami bisa melakukan banyak hal. Apalagi melakukan seperti yang dituduhkan," kata Suhud saat dihubungi merdeka.com, Selasa (8/1).

[has]
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini