'Jangan karena Ketua KPU Positif Covid-19 Terus Pilkada Ditunda'

Sabtu, 19 September 2020 17:03 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
'Jangan karena Ketua KPU Positif Covid-19 Terus Pilkada Ditunda' Ilustrasi Pilkada Serentak. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman dinyatakan positif terpapar Covid-19. Sejumlah pihak pun tidak sedikit menyarankan agar gelaran Pilkada Serentak 2020 ditunda sementara.

Anggota Komisi II DPR Fraksi PAN, Guspardi Gaus menyatakan saran tersebut tidak tepat. Masalah Arief Budiman terinfeksi Covid-19 merupakan urusan personal dan bukan menjadi pertimbangan untuk penundaan Pilkada.

"Jangan karena ketua KPU kena Covid-19, lalu ditunda, yang menentukan bukan dia, yang menentukan itu UU," kata Guspardi Sabtu (19/9).

"Enggak ada penundaan, yang Arief Budiman itu kan personal, namanya Covid-19 itu datang dan pergi. Hari ini negatif, besok bisa positif, begitupun sebaliknya, artinya itu enggak bisa dijadikan alasan melakukan penundaan," imbuhnya.

2 dari 2 halaman

Bisa Diganti Komisioner Lain

Dia menambahkan, jika Arief tidak bisa melakukan pekerjaannya selama masa Pilkada, dapat digantikan komisioner lainnya. Dia bilang, KPU mempunyai 7 orang komisioner dan sifatnya kolektif kolegial.

"Sambil Pak Arief Budiman melakukan pemulihan, penyembuhan, isolasi, tugas-tugas pak Arief bisa di-cover oleh komisioner KPU yang lainnya. Jadi yang dijalankan itu sistem bukan personal," ucapnya.

Guspardi justru mengimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat berkomitmen menjaga protokol kesehatan. Bukan hanya semata-mata untuk gelaran Pilkada saja, tapi untuk kesehatan masing-masing individu.

"Yang paling penting adalah bagaimana kita melakukan komitmen yang sama seluruh masyarakat baik ada pilkada atau tidak ada pilkada kita harus mematuhi protokol kesehatan," imbuhnya.

Dia menekankan, proses pelaksanaan Pilkada telah diketuk palu antara parlemen dan pemerintah sehingga tidak ada penundaan kembali. Adanya tren naik dan turun pandemi Covid-19 tidak menghalangi penyelenggaraan pilkada serentak pada 9 Desember mendatang.

"Yang tren naik turun Covid-19, bukanlah adanya proses pelaksanaan pilkada enggak ada urusannya dengan itu. Sekarang ini kan kebetulan lagi nanjak naik, mudah-mudahan Oktober, November menurun melandai, itu yang kita harapkan. Jadi yang jelas tidak ada pikiran, tidak ada rencana melakukan penundaan," tutupnya. [eko]

Baca juga:
KPU: Aturan Soal Konser Musik Saat Kampanye Pilkada Belum Final
JK Sarankan KPU Tunda Penyelenggaraan Pilkada 2020
Pemerintah Bentuk Pokja Pencegahan dan Penindakan Protokol Kesehatan Pilkada
Bawaslu Deteksi Potensi Politik Uang saat Pilkada di Tengah Pandemi
Ramai-ramai Mendesak Penundaan Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini