Jaga Elektabilitas, Anies Disarankan Tak Ofensif usai Lengser dari Gubernur DKI

Selasa, 24 Mei 2022 15:06 Reporter : Bachtiarudin Alam
Jaga Elektabilitas, Anies Disarankan Tak Ofensif usai Lengser dari Gubernur DKI Anies Baswedan. Instagram/aniesbaswedan ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Masa jabatan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta berakhir pada Oktober 2022 mendatang. Posisi Gubernur DKI Jakarta bakal diisi pelaksana tugas hingga 2024.

Kondisi tersebut diprediksi bakal mempengaruhi elektabilitas Anies sebagai salah satu kandidat Capres pada Pilpres 2024. Aniespun disarankan tak melakukan blunder selama tak lagi memiliki jabatan politis.

"Tidak membuat blunder politik baik itu pernyataan depan publik yang sifatnya ofensif terhadap rival politik lain. Hal itu rentan menjadi sasaran politik bagi para pendukung rivalnya," kata Pengamat Politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wasisto Raharjo Jati, Selasa (24/5).

Langkah lain, lanjut Wasisto, Anies bisa mengambil peran sebagai motivator, content creator, atau mungkin kembali menjadi seorang akademisi setelah jabatannya sebagai Gubernur usai. Ketiga profesi itu dinilai Wasisto memungkinkan Anies memiliki basis pendukung yang loyal.

Meskipun, dia melihat jika beragam cara untuk mencapai popularitas di masyarakat belum tentu dapat mengerek elektabilitas. Hal tersebut karena preferensi politik publik yang dinamis.

"Namun kalau penurunan elektabilitas tergantung pada capaian pemerintahan sekarang di mata publik serta peta kandidat yang belum representatif untuk semua kalangan," ujar dia.

2 dari 2 halaman

Masa Jabatan Anies Berakhir Oktober 2022

Diketahui, masa jabatan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta akan berakhir pada Oktober 2022. Hal itu merujuk Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 untuk mengisi kekosongan jabatan Gubernur, diangkat penjabat Gubernur yang berasal dari jabatan pimpinan tinggi madya.

Pj gubernur bertugas sampai dengan pelantikan Gubernur terpilih sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

Kemudian, merujuk PP Nomor 17 Tahun 2020 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) utama dan JPT madya tertentu dapat diisi dari kalangan non-PNS secara terbuka dan kompetitif serta ditetapkan dalam Keputusan Presiden.

Berdasarkan lembaga survei, nama Anies selama ini kerap masuk bursa Capres dalam Pilpres 2024 mendatang. Hasil survei dirilis Indikator Politik Indonesia pada 14-19 April 2022, nama mantan Mendikbud tersebut menempati posisi ketiga sebagai Capres dengan trend naik dari 17,1 persen menjadi 19,4 persen. [gil]

Baca juga:
Saran Demokrat Agar Elektabilitas Anies Terjaga Usai Tak Lagi Jadi Gubernur DKI
Jakarta Menuju Endemi, Anies: Saya Tidak akan Mainkan Perannya Pakar
Anies Promosikan Kepulauan Seribu untuk Pekerja Digital
Anies Ungkap Alasan Pilih Kata Hajatan Rayakan Ultah Jakarta: Istilah Sangat Betawi
Pergub Era Anies yang Menganulir Pergub Ahok: Reklamasi hingga Masa Jabatan RT/RW
Anies Baswedan: Fahmi Idris Berjuang untuk Menghadirkan Kemajuan Perubahan Indonesia
CEK FAKTA: Tidak Benar Anies Baswedan Berkali-Kali Salah Ucapkan Sumpah Jabatan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini