Isu Rujuk dengan PKS, Gerindra: Kami Tidak Pernah Cerai, Masih Sering Komunikasi

Senin, 5 Desember 2022 12:17 Reporter : Alma Fikhasari
Isu Rujuk dengan PKS, Gerindra: Kami Tidak Pernah Cerai, Masih Sering Komunikasi Sufmi Dasco Ahmad. ©2017 dok foto dok ri

Merdeka.com - Ketua DPP Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menjawab soal kemungkinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) gabung ke dalam koalisi Gerindra-PKB. Dia mengakui, hingga kini pihaknya terus berkomunikasi dengan PKS.

"Sebenarnya kan kita Enggak pernah apa ya, kalau rujuk kan pernah cerai, kita kan enggak pernah cerai. Namanya partai politik kita semua berteman, komunikasi juga masih sering dilakukan," kata Dasco, saat diwawancarai di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (5/12).

Perihal kemungkinan-kemungkinan adanya koalisi dengan PKS, dia menilai wajar menjadi perbincangan. Sebab, hal itu menjadi bumbu-bumbu dalam dinamika politik. Sehingga, pembahasan PKS gabung dengan Gerindra-PKB menjadi hal yang sangat biasa terjadi.

"Kemungkinan itu semua terbuka. Nah bahwa kemudian ada pro dan kontra terhadap koalisi Gerindra dan PKS ya itu dinamika yang terjadi dan kita anggap biasa aja dalam dinamika politik ini. Sehingga, apa yang disampaikan dan apa yang terjadi kita anggap ya sebagai bumbu-bumbu daripada pesta demokrasi kita," ucapnya.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal PKB Saiful Huda mengungkap, kriteria partai yang tengah didekati oleh koalisi Gerindra-PKB. Partai itu adalah yang pernah berkoalisi dengan Gerindra di Pilpres sebelumnya. Serta ada partai yang pernah berkoalisi dengan PKB di Pilpres sebelumnya.

Huda menjelaskan, kedua partai memang berbagi peran masing-masing untuk mendekati partai politik. Gerindra berperan mendekati partai yang pernah berkoalisi di Pilpres sebelumnya.

"Kami berbagi peran. Mana partai yang selama dalam putaran Pilpres sudah membangun koalisi dengan Gerindra, berarti Gerindra concern di partai-partai yang selama ini dalam setiap putaran Pilpres menjadi bagian koalisi Gerindra," ujar Huda ketika berbincang dengan merdeka.com, Kamis (3/11).

PKB juga mengambil peran untuk mendekati partai yang pernah membangun kerjasama politik di Pilpres. "PKB mengambil peran yang selama ini dalam pilpres menjadi bagian dari koalisi PKB kita mendekat," imbuh Huda.

Berbagi peran ini dilakukan karena PKB dan Gerindra baru kali ini bekerjasama. Kedua partai memiliki jejaring yang berbeda. Maka untuk mendekati partai pun saling berbagi tugas. "Itulah yang sedang terus berbagi peran untuk mengajak partai-partai yang ada kedekatan kita ajak," kata Huda.

Namun, Huda belum mau mengungkap ke publik partai mana yang sedang didekati dua partai. Sebelumnya Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyebut ada dua partai yang bakal bergabung.

"Belum waktunya untuk dibuka, kita menghargai proses politik yang sedang berlangsung ya. Jadi kira-kira sabarlah. Judulnya sabar. Ada waktunya kita umumkan," ujar Huda.

Sementara itu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin juga pernah menyampaikan harapan agar PKS bergabung dengan koalisinya. Kata dia, pendekatan sedang dilakukan antara koalisi Gerindra-PKB dengan PKS.

"Terus kita pendekatan. Saya berharap PKS bisa masuk," ujar Cak Imin pada Minggu (23/10). [tin]

Baca juga:
Heboh Anies Naik Jet Pribadi Mewah ke Daerah, Ini Penjelasan NasDem
Erick Thohir Dinilai Layak Maju Capres di Pilpres 2024, Ini Alasannya
Demokrat, NasDem dan PKS Gelar Pertemuan Anies di Padang, Bahas Cawapres?
Anies ke Relawan: Kirim Pesan Positif untuk Semua, Bahkan Kalau Diejek Berikan Senyum
Pakar Hukum Nilai Presiden Tak Etis Bicara Ciri Pemimpin Berambut Putih
Pakar Hukum Sebut Muncul Fenomena Relawan Jokowi Versus PDIP, Ini Sebabnya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini