Istri anggota DPR pelesiran, rakyat bisa curiga uang hasil korupsi

Kamis, 7 April 2016 18:29 Reporter : Anisyah Al Faqir
istri DPR. ©2016 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Pelesiran istri-istri anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke Jepang terus menuai kontroversi. Apalagi setelah foto pelesiran mereka tersebar di pelbagai media massa dan media sosial. Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menilai, pelesiran yang dilakukan istri anggota DPR tak pantas dilakukan.

"Sebenarnya mereka mau ke mana juga itu urusan mereka. Tetapi yang menjadi sorotan karena mereka ini istri dari pejabat publik yakni DPR," kata Koordinator Formappi Sebastian Salang di kantornya, Matraman Raya, Jakarta Timur, Kamis (7/4).

Foto-foto yang tersebar di media sosial dan media massa sontak menarik perhatian publik. Bukan hanya soal liburan ke Jepang, tapi gaya mereka dengan tas dan sepatu yang harganya jutaan rupiah. Ini semakin menambah buruk citra institusi DPR.

"Selama ini kita kerap mengkritisi gaya hidup hedon para anggota DPR didapat dari korupsi. Nah masyarakat bisa saja menilai gaya hidup hedon yang juga dilakukan istri mereka didapat dari hasil korupsi," tutur dia.

Pamer liburan di luar negeri tak pantas dilakukan istri anggota DPR yang mengaku sebagai wakil rakyat. Sebab, saat ini masih banyak rakyat yang hidupnya miskin dan kelaparan. Gambaran ketimpangan sosial dan ekonomi semakin nyata terlihat.

"Oh enak ya jadi istrinya pejabat, bisa jalan-jalan keluar negeri kayak gitu," imbuh dia.

Paling penting, kata dia, perlu dicari tahu apakah istri anggota DPR menggunakan fasilitas negara atau tidak. Jika terbukti menggunakan fasilitas negara, maka harus dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan untuk ditindak tegas.

"Kalau itu pakai fasilitas negara, harus diadukan ke MKD dan ditindak dengan memanggil para suami dari istri-istri tersebut," tutup dia. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.