Istana Tegaskan Jokowi Tak Pernah Tekan Bupati Mandailing Natal Mundur

Senin, 22 April 2019 16:25 Reporter : Supriatin
Istana Tegaskan Jokowi Tak Pernah Tekan Bupati Mandailing Natal Mundur Moeldoko. ©2018 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko membantah tuduhan kubu paslon 02 bahwa Dahlan Hasan Nasution mengundurkan diri sebagai Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara karena mendapat tekanan politik dari Jokowi. Moeldoko menegaskan Dahlan mundur karena keinginannya sendiri.

Baru-baru ini, Dahlan mengirim surat pengunduran diri ke Kemendagri dengan alasan hasil Pilpres 2019 di Madina, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang atas Jokowi-Ma'ruf.

"Tekanan nggak. Kalau kita ke daerah nggak ada penekanan-penekanan gitu," ucap Moeldoko di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (22/4).

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf ini menceritakan biasanya di sela-sela kampanye di daerah, Jokowi hanya berbicang seputar perolehan suara. Namun Jokowi tidak pernah memasang target raihan suara setiap daerah.

"Nggk ada instruksi (target perolehan suara). Justru yang ada itu mereka-mereka menyampaikan 'bapak sekian persen (target raihan suara)'. Setiap kita ketemu mereka rata-rata gitu," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said menyayangkan sikap Dahlan yang memutuskan mundur dari jabatannya karena pasangan Jokowi-Ma’ruf kalah unggul dari Prabowo-Sandiaga di Madina.

“Kalau itu terjadi, itu kita perlu prihatin juga, sebabnya apa kok tidak sesuai harapan kemudian mundur apakah ada janji. Apakah ada perjanjian bahwa harus menang kalau kalah kemudian mundur?” katanya.

Mantan Menteri ESDM ini menyebut saat ini kepala daerah mengalami tekanan politik dari Jokowi.

“Ini adalah contoh bahwa memang aparat mengalami tekanan-tekanan, tidak mungkin tidak ada masalah kalau dia tidak mundur," ucapnya.

Seperti diberitakan Dahlan memohon berhenti dari jabatannya sebagai Bupati Madina. Dalam surat pengunduran dirinya, dia mengaku kecewa karena hasil Pemilu mengecewakan.

Surat dengan nomor 019.6/1214/TUPIM/2019 bertanggal 18 April 2018 itu ditujukan kepada Presiden Jokowi dp Menteri Dalam Negeri itu tertulis bahwa Pemilu di Madina berjalan aman lancar dan terkendali. Namun, hasilnya sangat mengecewakan dan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Dahlan menyatakan bahwa pembangunan di Madina cukup signifikan dalam 3 tahun terakhir. Masyarakat pun sudah diberi pencerahan. "Namun belum berhasil memperbaiki pola pikir masyarakat dalam mendukung berbagai Pembangunan, untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya kepada Bapak Presiden dan sebagai ungkapan rasa Tanggung Jawab atas ketidaknyamanan ini dengan segala kerendahan hati izinkan kami menyampaikan pemohonan untuk berhenti sebagai Bupati Mandailing Natal," tulisnya dalam surat pengunduran diri itu.

Dahlan yang dihubungi wartawan membenarkan surat itu. "Iya benar," singkatnya.

Namun Dahlan menolak membeberkan alasannya mengundurkan diri. "Nggak usah ya Dek. Alasannya karena, bagaimana isi surat itu saja," katanya.

Saat disinggung soal keterkaitan pengunduran dirinya dengan Pemilu, Dahlan menolak berkomentar. "Nggak usahlah berkomentar untuk yang lain-lain," ucapnya. [gil]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini