Inilah Tanggapan Jokowi dan JK saat Partai Minta Banyak Kursi Menteri

Senin, 15 Juli 2019 07:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Inilah Tanggapan Jokowi dan JK saat Partai Minta Banyak Kursi Menteri Jokowi-JK. ©REUTERS/Beawiharta

Merdeka.com - Partai koalisi ramai-ramai minta jatah kursi menteri kepada Presiden Joko Widodo. Partai pendukung telah menyodorkan banyak nama untuk diseleksi. Bahkan disebut-sebut ada kursi menteri untuk kubu oposisi yang ingin gabung. Bahkan ada yang minta 10 kursi menteri seperti PKB.

Terkait hal ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) turut memberikan tanggapannya. Saat ini partai politik lebih sibuk mengurusi bagi-bagi kursi dibanding membicarakan ideologi. Berikut sindiran JK soal partai minta banyak jatah kursi:

1 dari 4 halaman

Pembagian Harus Adil

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pembagian kursi kabinet harus dilakukan secara adil. Menentukan posisi serta menyusun kabinet tidak mudah dan asal mengambil keputusan partai. Jangan sampai partai yang memperoleh kursi banyak di DPR malah mendapat sedikit jatah di pemerintahan.

"Tentu jangan yang kursinya sedikit mendapatkan lebih banyak kursi dibanding yang banyak kursinya, itu nanti kacau yang di dalam itu," kata JK.

2 dari 4 halaman

Jatah Kursi Menteri Partai Koalisi 50 Persen

Presiden Jokowi masih mengkaji posisi menteri yang akan diberikan untuk partai koalisi. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai wajar jika Jokowi memberikan jatah posisi menteri kepada beberapa partai politik koalisi pendukungnya di Pilpres 2019.

Menurutnya, komposisi kabinet baru Jokowi-Ma'ruf Amin sedikitnya harus terbagi rata dari kalangan partai pendukung dan profesional, sehingga dapat mengakomodasi keinginan politis koalisi sekaligus menyediakan ahli di pemerintahan.

"Akan terjadi setidak-tidaknya fifty-fifty (50-50) antara menteri dari partai disamping juga yang profesional non-partai," kata JK.

3 dari 4 halaman

Parpol Sibuk Minta Kursi

Pasca Mahkamah Konstitusi (MK) memberikan keputusan di perkara sengketa Pilpres 2019, sejumlah partai sibuk mengurusi bagi-bagi kursi. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan proses tersebut bagian dari keseimbangan. Negara tercermin dari kekuasaan, kekuatan salah satunya dari bagi-bagi kursi.

"Jadi sekarang ini semua berbicara tentang mandat kekuasaan, semua partai satu, saya dapat kursi berapa, saya dapat menteri berapa, tidak lagi bicara ideologi kita apa, jadi kembali ke situ sekarang," kata JK.

4 dari 4 halaman

Tanggapan Jokowi Partai Minta Banyak Kursi

Partai koalisi blak-blakan minta jatah menteri kepada Presiden Jokowi. Parpol-parpol bahkan sudah menyodorkan nama ke Jokowi.

Mengenai hal itu, Jokowi tak ambil pusing. Dia tak masalah partai pendukungnya meminta jatah masuk ke pemerintahan.

"Ya enggak apa-apa mau minta 10, mau minta 11, mau minta 9. Kan tak apa-apa wong minta saja," kata Jokowi. [has]

Baca juga:
Politikus NasDem Sindir PKB Buat Jokowi Kesulitan Seleksi Calon Menteri
Setuju Kabinet Zaken, Perindo Siapkan Nama Putri Hary Tanoe Jadi Menteri
Pengumuman Kabinet Kerja Jokowi-Ma'ruf Lebih Ditunggu Investor
Dukung Jokowi Paling Pertama, Agung Laksono Minta Menteri Golkar Ditambah
Jokowi 'Bocorkan' Komposisi Menteri Kabinet Kerja Jilid II
Jokowi Disebut Intens Minta Pendapat ke Bahlil Lahadalia, Sinyal Menteri?
Inilah Tanggapan Jokowi dan JK saat Partai Minta Banyak Kursi Menteri

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini