Ingin Golkar demokratis, Priyo menyatakan siap maju jadi ketum

Jumat, 15 Desember 2017 16:40 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ingin Golkar demokratis, Priyo menyatakan siap maju jadi ketum Priyo Budi Santoso. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Golkar Priyo Budi Santoso menyatakan akan maju sebagai pesaing Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar di Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Meski tidak diunggulkan, Priyo menyebut keputusannya maju sebagai calon ketum karena ingin mempertahankan budaya demokratis di Partai Golkar.

"Saya mohon izin maju sebagai calon Ketua Umum. Saya tahu pak Airlangga difavoritkan dan konon kuat," katanya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/12).

Dia mengungkapkan, langkah maju tersebut diambil karena Golkar bukan partai yang bertumpu pada figur sentral seperti PDIP atau saat dipimpin oleh Soeharto. Untuk itu, Priyo menyarankan agar DPP memberikan kesempatan bagi kader Golkar yang ingin bertarung menjadi ketua umum.

"Dia lebih bagus tapi nanti di Munaslub buka saja pintu itu. Pintu dibuka dan pak Airlangga calon oke silahkan, Bu Titiek mau nyalon silakan. Saya juga karena terpanggil situasi darurat ini semacam ini saya juga nyalon dan juga jangan dihalang-halangi," ujarnya.

"Mungkin pak Aziz juga ingin nyalonin setelah itu berkompetisi secara sehat. Atau siapa tahu itu diajak Munaslub tadi kemudian terjadi hal yang luar biasa. Oke lah kami mundur. Silakan yang jadi ketum biar saja," tambah Priyo.

Meski demikian, Wakil Ketua DPR ini mengaku masih mencari celah agar proses pemilihan ketua umum baru tidak dilakukan secara aklamasi. Pandangan soal pemilihan ketum harus dilakukan secara demokratis akan disampaikan saat Rapimnas dan Munaslub.

"Saya tidak tahu mekanisme apa yang masih memungkinkan bagi saya atau orang lain. Saya terpanggil hanya keadaan darurat begini kok menjadi aklamasi di pleno," jelasnya.

Demi memuluskan niatnya, Priyo menuturkan akan berkomunikasi dengan para senior Partai Golkar. Tak hanya para senior, Airlangga akan ditemui membahas rencananya maju sebagai Ketum Partai Golkar.

"Tapi saya pasti akan berkomunikasi dengan semua sahabat. Pak Airlangga, Pak Aziz, senior-senior. ARB, Akbar Tanjung, Habibie tentu dua Ketua saya," tukas Priyo.

Diketahui, Airlangga Hartarto dipilih menjadi ketua umum Partai Golkar untuk mengisi kekosongan usai Setya Novanto ditahan KPK karena kasus korupsi e-KTP. Jabatan Airlangga akan dikukuhkan dalam Munaslub yang akan digelar pada 18-20 Desember 2017 di Jakarta.

Ketua Harian Nurdin Halid mengatakan, setelah mendalam membahas dengan penuh kekeluargaan, maka rapat pleno memutuskan berdasarkan AD/ART sehubungan dengan masalah hukum Setya Novanto, maka jabatan Ketum Golkar dinyatakan nol dan sesuai pasal 14 pengisian PAW.

"Penggantian ketua umum kepada bapak Airlangga Hartarto. Jadi ini bukan Plt, tapi definitif," kata Nurdin. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini