Ikatan Sarjana NU: Berpolitik hukumnya wajib bagi orang Islam

Jumat, 19 Juli 2013 02:18 Reporter : Muhammad Mirza Harera
Ali Masykur (kanan). ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Ketua Umum PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa telah meluncurkan bukunya yang berjudul 'Pesantren Studies Jilid 4' di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Jakarta. Dalam bukunya itu diceritakan bagaimana peranan pesantren dalam berpolitik, khususnya warga NU.

"Sejarah kegiatan NU tidak bisa dilepaskan dari kegiatan berpolitik," kata Ali Masykur di Kantor PBNU, Kamis (18/7).

Dia menjelaskan, warga NU selalu berhubungan erat dengan dunia politik. Oleh sebab itu, warga NU selalu melakukan kegiatan politik agar mendorong bangsa ke arah yang lebih baik.

"Berpolitik itu hukumnya wajib untuk agama Islam. Politik itu salah satu instrumen dalam Islam namun dengan kaidah-kaidah tertentu," ujarnya.

Dia menambahkan nanti dalam pemilu 2014, warga NU akan tetap berpartisipasi baik dari ajakan parpol atau hanya sebagai pemilih. Sebab, warga NU tidak dianjurkan untuk golput.

"Kita akan aktif dalam pemilu legislatif maupun pemilu presiden," tutupnya. [has]

Topik berita Terkait:
  1. PBNU
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.