Idul Fitri Momen Baik bagi Jokowi dan Prabowo untuk Bertemu

Rabu, 5 Juni 2019 06:04 Reporter : Purnomo Edi
Idul Fitri Momen Baik bagi Jokowi dan Prabowo untuk Bertemu Jokowi dan prabowo di istana. ©2016 merdeka.com/rizky erzi andwika

Merdeka.com - Pakar hukum tata negara, Mahfud MD berharap momentum Idul Fitri bisa dipakai semua pihak untuk ajang rekonsiliasi dan silaturahmi. Mahfud juga meminta agar momentum ini dimanfaatkan oleh kedua calon presiden yakni Jokowi dan Prabowo untuk saling bertemu dan bersilaturahmi.

Guru Besar UII ini menilai momentum pertemuan antara Jokowi dan Prabowo usai Pemilu 2019 akan membawa dampak positif kepada masyarakat. Masyarakat telah lama menanti momentum pertemuan kedua tokoh yang saling berkontestasi di Pilpres 2019.

"Yang penting bagaimana meyakinkan Pak Jokowi dan Pak Prabowo bahwa bertemunya mereka sangat ditunggu-tunggu oleh Indonesia untuk menyejukkan rakyat dalam menyongsong masa depan. Yang mau tak mau, tak ada pilihan lain, harus menerima putusan MK (terkait sengketa Pemilu)," ujar Mahfud di kediamannya, Selasa (4/6).

Anggota Dewan Pengarah BPIP ini menjelaskan suasana Idul Fitri menjadi saat yang tepat sebagai momentum pertemuan Jokowi dan Prabowo. Mahfud berharap dari pertemuan itu akan terjadi rekonsiliasi antar kedua tokoh itu.

"Diharapkan (pertemuan Jokowi-Prabowo) bisa sekarang-sekarang ini. Mumpung Lebaran," urai Mahfud.

Terkait wacana tentang rekonsiliasi Jokowi-Prabowo, Mahfud menghormati keputusan dari kedua belah pihak apabila memilih rekonsiliasi usai MK membacakan hasil sengketa Pemilu 2019.

"Tetapi kalaupun ada yang memberi saran sampai ada kepastian hukum MK, bisa juga. Saat yang tepat masing-masing menyatakan secara gentleman bahwa menerima apapun keputusan dari MK. Tapi sekarang ini lebih bagus momentumnya," tutup Mahfud.

Rekonsiliasi Anak Bangsa

Mahfud mengingatkan, arti Idul Fitri adalah kembali pada keaslian dan kesejatian diri. Sebagai seorang manusia, Idul Fitri bisa diterjemahkan sebagai kembali pada kesucian, keikhlasan dan kebersihan hati sebagai hamba Tuhan.

Sedangkan sebagai sebuah bangsa, lanjut Mahfud MD, Idul Fitri adalah kembali kepada fitrahnya. Hal ini bisa dimaknai sebagai kembali pada prinsip kebersatuan dalam keberagaman. Prinsip kebersatuan ini telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa.

"Itu bisa ditarik persamaannya dengan Idul Fitrinya negara. Kembali ke keaslian pembentukan negara. Indonesia keaslian pembentukan negara adalah kebersatuan di dalam keberbedaan. Dulu kita berbeda, sekian banyak suku, agama, budaya, bersatu mengusir penjajah, mendirikan Indonesia."

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini berharap agar momentum Idul Fitri bisa dijadikan sebagai momentum bagi semua anak bangsa agar bisa kembali bersatu. Idul Fitri, sambung Mahfud diharapkan bisa menjadi momentum rekonsiliasi antara semua elemen bangsa.

"Idul Fitri (dalam konteks) negara artinya bersatu kembali seperti saat tahun 1945, sehingga rekonsiliasi itu menjadi sangat penting. Untuk memberi makna Idul Fitri dalam konteks lahirnya negara Indonesia. Bukan hanya dalam konteks lahirnya setiap manusia, tapi kembali ke prinsip kebersatuan dalam keberagaman," tutup Mahfud. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini