Ical bilang dukung, Politisi PKS tegaskan KMP pengontrol pemerintah

Jumat, 1 April 2016 15:42 Reporter : Marselinus Gual
Ical bilang dukung, Politisi PKS tegaskan KMP pengontrol pemerintah PAN bertemu KMP. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) menyebut Koalisi Merah Putih (KMP) tidak bubar dan akan mendukung Pemerintahan Jokowi-JK. Pernyataan Ical ini disampaikannya ketika berkumpul bersama petinggi KMP di DPP PKS, Jl. Simatupang, Jaksel, Kamis (31/3) kemarin.

Apakah ini pernyataan sepihak Ical yang notabene karena partainya sudah bergabung ke Pemerintah atau sikap semua anggota KMP?

Menurut politikus PKS Nasir Djamil, pernyataan Ical tersebut bukan berarti KMP sebagai koalisi partai oposisi harus masuk ke Pemerintahan. KMP, kata dia, tetap dibutuhkan sebagai pengontrol semua kebijakan Pemerintah saat ini.

"KMP tetap dibutuhkan sebagai pengontrol. Idealnya memang merapat tapi merapat dalam arti mengontrol," kata Nasir ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Jumat (1/4).

Menurut dia, KMP tetap solid meskipun Golkar sudah bergabung ke Pemerintah. Juga, kata dia, KMP tetap berada di luar sebagai partai penyeimbang.

"Kan dalam politik tidak ada usir-mengusir. Idealnya merapat tapi sebagai pengontrol," pungkas anggota Komisi III ini.

Hal yang sama ditegaskan Politikus Golkar Ade Komarudin. Menurut dia, pernyataan Ical memang menjadi prinsip kekompakan KMP. "Memang seperti itu (KMP tidak bubar)," tukas Akom di kesempatan berbeda.

Sebelumnya diberitakan, Ical melakukan pertemuan dengan sejumlah petinggi KMP di Kantor DPP PKS. Menurut dia, KMP tidak bubar tapi bersatu mendukung pemerintah.

"Enggak pernah KMP bubar, kami bersatu dukung pemerintah. Kalau ini sifatnya bertemu, berkawan masak putus," kata Ical.

Saat disinggung soal reshuffle kabinet, Ical mengatakan, itu menjadi hak prerogatif Presiden Joko Widodo. Demikian juga dengan pembahasan calon yang akan diusung oleh partai-partai yang didukung KMP. Ical menyebutkan itu menjadi hak dari masing-masing partai

"Saya tidak tahu, saya tidak tahu calon-calonnya. Masing-masing partai godok masing-masing calon," ujar Ical.

Dalam pertemuan tersebut, kata dia, akan membahas permasalahan kenegaraan. Mulai dari isu tentang kemiskinan, kesenjangan sosial. Inti pertemuannya untuk membicarakan kepentingan negara agar menjadi lebih baik.

" Kemiskinan bertambah, sumbangan pemikiran terhadap masalah kesenjangan yang kian bertambah. Untuk ini kami ketemu tanya pengalaman masing-masing. Yang penting kita ingin negara lebih baik," papar dia. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini