Ibas: Soekarwo tetap berada di Demokrat

Selasa, 14 Agustus 2018 12:20 Reporter : Merdeka
Ibas: Soekarwo tetap berada di Demokrat SBY bertemu soekarwo. ©2018 Merdeka.com/twitter Hinca Panjaitan

Merdeka.com - Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan, Gubernur Jawa Timur Soekarwo masih jadi kader Partai Demokrat. Dia meluruskan isu kemunduran diri Soekarwo karena DPP Demokrat dukung Prabowo-Sandi.

Ibas menegaskan, Soekarwo masih melakukan rapat secara intensif dengan petinggi Partai Demokrat. Rapat berlangsung di kediaman Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhonono, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, 13 Agustus lalu.

"Enggak lah, Pak Soekarwo hari ini (kemarin, red) bertemu Pak SBY ke Jakarta, yang saya dengar begitu. Pakde Karwo itu adalah orang yang taat," kata Ibas dalam keterangan tertulis, Selasa (14/8).

Menurut Ibas, Gubernur Jawa Timur tersebut merupakan kader Partai Demokrat yang baik. Ibas pun meyakini jika Soekarwo merupakan kader yang memiliki komitmen.

"Saya yakin, Soekarwo akan tetap berada di partai berlambang mercy," ujar dia.

Sementara Ibas menilai, perbedaan pendapat yang terkait hasil polling internal arah dukungan dalam Pilpres beberapa waktu lalu, merupakan hal yang wajar dalam demokrasi.

"Perbedaan pendapat itu wajar, Pak Karwo orang yang hebat," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Demokrat Jatim, Renville Antonio juga memastikan Soekarwo tetap komitmen memenangkan Partai Demokrat di Pemilu 2019 nanti.

"Soekarwo ini sudah sangat terkenal komitmen terhadap apapun, termasuk kepada Partai Demokrat, sampai detik ini kami terus berkomunikasi intensif untuk strategi pemenangan Pemilu dan Pilpres," tegas Renville.

Renville menjelaskan, Pakde Karwo sapaan akrab Soekarwo tidak pernah ada niat sedikitpun untuk pindah partai. Ia justru fokus memenangkan Partai Demokrat meraih target yang sudah ditentukan di pemilu 2019.

"Gubernur Jawa Timur dua periode ini tidak mungkin main-main dalam sikap politik. Ini terbukti dalam proses membesarkan Partai Demokrat, Pakde Karwo mengajak semua sahabat-sahabat, relawan dan jaringan-jaringannya hingga kabupaten/kota untuk bergabung ke Partai Demokrat," papar dia.

"Itu bisa dilihat di daftar caleg Partai Demokrat, ada banyak sahabat-sahabat Pakde Karwo sejak menjadi birokrat di Pemprov Jatim, ada pula aktivis dan seniman yang selama ini dekat dengan Pakde Karwo. Semuanya diajak bergabung membesarkan Partai Demokrat. Jumlahnya banyak sekali, sahabat Pakde yang diajak bergabung ke Partai Demokrat, bisa dicek," tutup dia.

Isu hengkangnya Soekarwo ke partai besutan Surya Paloh ini, menyusul keputusan DPP Demokrat yang mendukung duet Prabowo di bursa Capres-Cawapres 2019.

Sementara, Rapat Kerja Daerah (Rakorda) DPD Demokrat Jawa Timur beberapa waktu lalu, memutuskan untuk mendukung Jokowi.

Politikus yang akrab disapa Pakde Karwo ini enggan menanggapi perbedaan dukungan di partainya ini. "Saya tidak komentar dulu mendukung siapa," elak Soekarwo saat ditanya wartawan, Jumat (10/8) kemarin.

Perbedaan dukungan di Pilpres 2019 inilah yang disinyalir menjadi penyebab akan pindahnya Soekarwo. Terlebih, sang besan Gede Ariyuda, menjadi Caleg DPR RI dari Partai NasDem Dapil Jatim VI (Tulungagung, Kediri, dan Blitar).

Gede merupakan orangtua Bayu Airlangga, menantu Soekarwo yang saat ini menjabat Ketua Muda-mudi Demokrat Jawa Timur.

Namun, Renville memastikan hal itu tidak ada hubungannya dengan Pakde Karwo. Menurut Renville, perbedaan semacam itu sudah biasa dalam sikap politik di negeri ini. Sehingga belum tentu saudara atau satu keluarga, sikap politiknya sama.

"Contoh Anang Hermansyah dari PAN, istrinya sekarang maju caleg di Partai NasDem. Tapi dia (Anang Hermansyah) tidak pindah partai dan tetap masuk dalam tim pemenangan Prabowo- Sandiaga Uno," pungkas Renville.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini