Hubungan SBY-Megawati disebut jadi pengganjal Demokrat gabung ke koalisi Jokowi

Rabu, 18 Juli 2018 15:38 Reporter : Sania Mashabi
Hubungan SBY-Megawati disebut jadi pengganjal Demokrat gabung ke koalisi Jokowi sby mega. rumgapres/abror rizki

Merdeka.com - Partai Demokrat sempat berkomunikasi dengan PDI Perjuangan untuk bisa membentuk koalisi Pilpres 2019. Namun komunikasi itu terhambat karena hubungan yang kurang baik antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Terutama hubungan Pak SBY dengan Bu Mega jadi barrier yang cukup tinggi bahkan tebal yang harus ditembus dalam koalisi itu. Karena kan koalisi ini dipimpin oleh PDI Perjuangan," kata Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/7).

Menurutnya dalam membangun komunikasi dengan koalisi Presiden Joko Widodo (Jokowi), SBY memilih berkomunikasi langsung dengan Jokowi. Namun komunikasi itu hingga kini belum menemukan titik temu.

"Sampai saat ini dengan PDIP kita belum pernah melakukan berkomunikasi politik secara langsung, tetapi Pak SBY langsung ke Pak Jokowi namun belum menghasilkan kesepakatan," ungkapnya.

Ferdinand menjelaskan selama ini sudah berbagai macam upaya dilakukan untuk mencairkan hubungan Megawati dengan SBY. Mulai dari konsolidasi dengan Almarhum Taufik Kiemas hingga pembuatan club presiden dan wakil presiden, tetapi upaya itu selalu gagal.

"Bahkan Presiden selalu mengupayakan ini hubungan beliau yang belum cair dengan Bu Mega ini, itu selalu diupayakan. Tetapi belum kunjung bisa," ucapnya.

Menurutnya, hingga saat ini juga belum ada upaya Demokrat untuk mendekati PDI Perjuangan terkait Pilpres 2019. Karena itu, lanjut Ferdinand, komunikasi Demokrat lebih condong ke koalisi Partai Gerindra.

"Kalau untuk mendekatkan Partai Demokrat tidak dalam rangka mendekati PDI Perjuangan. Komunikasi sudah dilakukan dengan Pak Jokowi tetapi hasilnya belum ada. Maka sekarang kita memilih komunikasi dulu dengan Partai Gerindra arahnya begitu," ucapnya.

Baca juga:
SBY
SBY
Pertemuan Prabowo dan Puan dianggap sinyal Gerindra gabung koalisi Jokowi
Amir Syamsuddin: Gerindra & Demokrat lebih banyak sejalan daripada bersebrangan
Apresiasi pertemuan Prabowo-Puan, Bamsoet bilang 'menang kalah nomor dua'
JK didorong lagi jadi cawapres Jokowi, Golkar bulat usung Airlangga

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini