Hary Tanoe: Demonstrasi berhenti jika BBM tak naik

Jumat, 30 Maret 2012 10:11 Reporter : Laurencius Simanjuntak
Hary Tanoe: Demonstrasi berhenti jika BBM tak naik Hary Tanoesoedibjo. partainasdem.org

Merdeka.com - Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak. Partai yang tidak memiliki kursi di parlemen itu menyarankan pemerintah mencari solusi lain yang tidak membebani rakyat.

Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem, Hary Tanoesoedibjo, mengatakan membatalkan kenaikan harga BBM juga merupakan solusi menghentikan aksi demonstrasi yang sudah diwarnai kekerasan.

"Hal ini semua akan bisa terhenti bila pemerintah dan parlemen akhirnya mengambil keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM," kata Hary lewat siaran pers, Jumat (30/3).

Hary mengimbau semua pihak agar segera menahan diri dan menghentikan terjadinya kekerasan terhadap aksi mahasiswa. Dia menyebutkan Partai Nasdem kecewa dengan sikap pemerintah yang berencana menaikkan harga BBM.

"BBM harus dilihat sebagai energi sehingga subsidi yang diberikan adalah subsidi energi yang menyangkut semua kehidupan masyarakat," tutur bos MNC Grup ini.

Hary memaparkan rencana kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM dapat dibenarkan dengan asumsi penyerapan anggaran berjalan dengan baik dan sesuai dengan anggaran.

Sementara dalam sejarah pemerintah SBY-Boediono di 2010 dan 2011, jelasnya, penyerapan anggaran selalu di bawah angka yang dianggarkan akibat implementasi yang lambat dan bertele-tele.

"Setiap satu persen anggaran negara yang tak terserap sama dengan Rp 14 trilliun. Kalau pola ini tetap berjalan, maka sebenarnya masih ada sisa anggaran yang tersisa yang masih bisa dipakai untuk melakukan subsidi BBM," kata dia.

Menurut Hary, kenaikan BBM juga akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang tidak optimal yaitu berkisar 6,5 sampai 6,7 persen saja. [ren]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini