Hanura terbelah, para petahana pilih nyaleg lewat NasDem

Selasa, 17 Juli 2018 11:47 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Hanura terbelah, para petahana pilih nyaleg lewat NasDem Dossy Iskandar Prasetyo. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Berebut kepengurusan Partai Hanura berbuntut panjang. Karena prahara ini, satu per satu anggota DPR dari Fraksi Hanura 'lari' ke lain hati. Mayoritas merasa khawatir, partai yang menjadikan mereka sebagai anggota DPR periode 2014-2019 itu hilang dari parlemen alias tak lolos presidential threshold 4 persen.

Setidaknya, kekhawatiran itu terjadi dari hasil sejumlah lembaga survei yang rata-rata menyebutkan, Partai pimpinan Oesman Sapta Odang (OSO) itu tak akan mendapatkan lebih dari 2 persen suara. Sehingga, tak mendapatkan kursi di parlemen, karena aturan UU Pemilu, minimal harus 4 persen.

Periode 2014-2019, Hanura menjadi partai nomor buncit di DPR. Dia hampir tak lolos parlemen karena hanya mendapatkan 16 kursi di parlemen (2,9%), terpaut 23 kursi dengan PPP di atasnya.

Salah satu yang memutuskan untuk pindah partai yakni mantan Ketua Fraksi Hanura, Dossy Iskandar. Pada Pemilu 2019 nanti, dia memilih untuk menjadi Caleg melalui Partai NasDem.

"Saya memilih melanjutkan pengabdian di jalur legislatif melalui NasDem," ujar Dossy saat dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (17/7).

Bukan hanya prediksi survei yang bikin para caleg petahana Hanura itu hengkang. Prahara di internal pasca kepemimpinan OSO jadi alasan. Dimana saat ini, kubu Daryatmo bersaa Sarifuddin Sudding melawan OSO saling klaim sah memimpin partai.

Pemicunya, Sudding memecat OSO. Kemudian sebaliknya, OSO balik memecat Sudding, hingga akhirnya perkara tersebut jatuh ke meja hijau.

Teranyar, Juni 2018 lalu, PTUN Jakarta mengabulkan permohonan kubu Daryatmo yang membatalkan SK Kemenkum HAM tentang kepengurusan OSO bersama Herry Lontung Siregar. Namun KPU berpijak pada SK Menkum HAM. Sebagai pengadil Pemilu 2019, KPU tak mau turut campur konflik internal, hanya mengakui kepengurusan partai yang disahkan oleh Kemenkum HAM dalam hal ini kubu OSO.

Di konflik ini, Dossy berada di kubu Daryatmo bersama Sudding. Dossy akui bahwa dualisme ini menjadi salah satu yang membuat dirinya akhirnya memutuskan untuk hengkang dari Hanura.

"Salah satunya itu," singkat dia.

Bukan cuma Dossy, koleganya di Hanura dan DPR yakni Rufinus Hutauruk juga memilih hengkang. Tak berbeda dengan Dossy, Rufinus memilih NasDem sebagai jalan politik barunya untuk berkarya di DPR.

Dossy menilai, NasDem memiliki pandangan politik yang sama dengan dirinya. Menurut dia, partai pimpinan Surya Paloh itu memiliki platform yang jelas dan tegas. Hal itulah yang menjadikan dasar dirinya untuk pindah ke NasDem.

"Kesamaan cita-cita dan ekspresi kesungguhannya dalam mengambil peran bela negara. Di samping platform dan garis kebijakan politiknya yang jelas dan tegas," kata Dossy lagi.

Tak cuma kader di tingkat pusat, bahkan kader Hanura di daerah pun banyak yang memutuskan pindah ke Hanura. Salah satunya di Kabupaten Klungkung, Bali. Tak tanggung-tanggung, ada juga ketua DPC dan sekretaris yang memilih mundur jelang pendaftaran caleg.

Seperti diketahui, KPU membuka pendaftaran bakal Caleg sejak 4 Juli hingga 17 Juli 2018. Para bakal caleg ini harus melalui tahap verifikasi lebih dulu hingga ditetapkan sebagai caleg pada Pemilu serentak 2019. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini