Hanura sebut Chappy Hakim memalukan, harus dipecat dari Freeport

Jumat, 10 Februari 2017 11:15 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Hanura sebut Chappy Hakim memalukan, harus dipecat dari Freeport Chappy Hakim dan Mukhtar Tompo. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Fraksi Partai Hanura di DPR memprotes keras tindakan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Chappy Hakim yang membentak anggota DPR dari Fraksi Hanura Mukhtar Tompo saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII kemarin. Sekretaris Fraksi Partai Hanura Dadang Rusdiana menilai, tindakan Chappy tidak pantas dan memalukan.

"Tindakan tersebut sungguh tidak pantas dan memalukan," kata Dadang melalui pesan tertulisnya, Jumat (10/2).

Dadang mendesak agar manajemen PT Freeport segera memecat Chappy dari jabatan Presdir atas tindakan tidak beretika yang dilakukan.

"Manajemen pusat PT Freeport segera memecat Chappy Hakim dari jabatan presdir, karena sudah menunjukan tindakan yang sangat memalukan," tegasnya.

Pihaknya meminta PT Freeport segera meminta maaf kepada Mukhtar Tompo secara pribadi dan kepada DPR secara institusi, serta kepada pemerintah Indonesia. Sebab, pernyataan anggota DPR dalam rapat-rapat dijamin dan dilindungi oleh UU.

"PT Freeport meminta maaf kepada Bangsa Indonesia dan Institusi DPR karena tindakan Chappy Hakim terhadap Pak Muhtar Tompo adalah bentuk penghinaan terhadap Parlemen dan terhadap rakyat Indonesia," tandas dia.

Untuk diketahui, Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan 12 Perusahaan Tambang yang salah satunya PT Freeport Indonesia berlangsung panas. Saat RDPU memasuki sesi akhir, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Chappy Hakim marah ke Anggota Komisi VII DPR Mukhtar Tompo.

Mukhtar bercerita awalnya meminta sikap konsisten dari PT Freeport Indonesia terkait pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur.

"Konsisten yang saya maksud internal Freeport sendiri, atau Freeport dengan lembaga lain yang menjadi mitra dalam membangun smelter. Selama ini lain jawaban Gresik, lain jawaban Freeport," kata Mukhtar di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/2).

Usai melontarkan pernyataan tersebut, Politikus Hanura itu langsung menghampiri Chappy Hakim untuk bersalaman saat rapat telah dinyatakan ditutup. Namun, saat sudah mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Chappy Hakim, Mukhtar mengaku mantan Kasau tersebut menolak untuk bersalaman dengan dirinya.

"Dia (Chappy Hakim) sensi. Ditepis tangan, dia tunjuk dada, baju saya kena," ucapnya.

Dia mengaku, Chappy Hakim naik pitam atas pernyataannya itu. "Kau jangan macam-macam? Mana? Mana, kata kalian, tidak konsisten? Saya konsisten. Mana (tidak konsisten)?" kata Mukhtar menirukan pernyataan Chappy Hakim yang sembari marah-marah. [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. Freeport
  2. Chappy Hakim
  3. Jakarta
  4. Hanura
  5. DPR
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini