Hanura lihat maaf Prabowo soal tampang Boyolali bukan dari hati

Rabu, 7 November 2018 12:32 Reporter : Sania Mashabi
Hanura lihat maaf Prabowo soal tampang Boyolali bukan dari hati Prabowo sapa pendukung. ©2018 Liputan6.com/Fery Pradolo

Merdeka.com - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto meminta maaf atas ucapannya soal tampang Boyolali. Mantan Danjen Kopassus itu mengaku tidak bermaksud negatif dengan ucapannya beberapa waktu lalu tersebut.

Menanggapi itu, Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menilai, permintaan maaf Prabowo tidak berasal dari hati nurani. Tetapi berdasarkan kepentingan politis.

"Minta maafnya Prabowo bukanlah minta maaf yang meluncur dari nuraninya, melainkan minta maaf politis, karena permintaan maaf tersebut dilakukan setelah mengkalkulasi dulu untung ruginya," kata Inas saat dihubungi merdeka.com, Rabu (7/11).

Menurut Inas, ini bukan kali pertama Mantan Danjen Kopassus itu mencaci maki atau melecehkan orang lain. Dia menilai sikap seperti itu sudah menjadi kebiasaan Prabowo.

"Kalau kita mencermati pernyataan-pernyataannya yang bernada caci maki dan pelecehan yang berulang kali terjadi, maka hal tersebut sudah menjadi habitnya Prabowo," ungkapnya.

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ini membeberkan deret ucapan Prabowo yang kontoversial. Di antaranya, di Gedung Intan Balarea, Jalan Patriot, Gaurt, Jumat, 25 Oktober 2013, 'Kalau hakim agung-hakim Mahkamah Konstitusi bisa disogok, apalagi wartawan. Sama saja', tahun 2014 di acara PKS 'bangsa Indonesia kadang-kadang naif, lugu dan Goblok', lalu pada wartawan 'gaji kalian kecil, muka kalian gak belanja di mall' kemudian, kampanye Pilkada Jabar 'Elit-elit di Jakarta maling semua' dan Analogi kemiskinan dengan tampang Boyolali.

"Cukup jelas bahwa kebiasaan ini akan berulang dan berulang lagi, apakah Prabowo mampu mengerem kebiasaannya ini? Kita lihat dalam enam bulan ke depan," ucapnya.

Dalam pernyataan maafnya, Prabowo menjelaskan, tidak ada niat sedikitpun untuk menghina warga Boyolali. Menurut dia, konteks bicaranya sebagai seorang keluarga dengan para pendukung yang hadir pada waktu itu.

"Cara saya kalau bicara falimilier, istilahnya mungkin bahasa sebagai seorang teman. Audiens pada waktu itu enggak terlalu besar paling hanya 400-500an orang, kader dari partai koalisi, peresmian kantor pemenangan," jelas Prabowo.

Prabowo juga menjelaskan, saat itu dia bicara hampir satu jam. Tapi video yang beredar hanya dua menit. Konteks yang dibicarakan pada waktu itu terkait kondisi kesenjangan yang terjadi di Indonesia. Yang menurut dia, disparitas yang terjadi antara si kaya dan si miskin semakin lebar.

"Kalau saya tampang Bojong Koneng terima kasihlah. Ya tapi kalau saya, maksud saya tidak negatif, tapi kalau ada yang merasa tersinggung saya minta maaf, maksud saya tidak seperti itu," jelas Prabowo.

Dia pun heran, maksudnya untuk melucu malah menjadi persoalan. Menurut dia, Pilpres 2019 akan membosankan apabila tak boleh ada candaan.

"Kalau kita enggak boleh melucu, seloroh, joking, enggak boleh bercanda, ya bosen tidurlah nanti semua capek, mereka kasihan, saya kira begitu maksud saya," tutup Prabowo. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini