Hanura: Jika Pemerintah makin berprestasi, tak perlu khawatirkan Pemilu 2019

Rabu, 13 September 2017 14:04 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Hanura: Jika Pemerintah makin berprestasi, tak perlu khawatirkan Pemilu 2019 Kode Iriana agar Jokowi rapikan rambut. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden RI Joko Widodo meningkat dari 50,6 persen selama 2015 menjadi 60,5 persen pada tahun 2017.

Menanggapi hal itu, Wasekjen Partai Hanura Tri Dianto menilai, meningkatnya kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-JK merupakan tanda yang baik. Dia pun berharap, Jokowi tetap berkomitmen untuk terus bekerja menyejahterakan rakyat.

"Pemerintah tidak boleh berpuas diri. Malah harus makin memperbaiki dan meningkatkan prestasi. Kalau kinerja makin baik, Pemerintah makin berprestasi di mata rakyat, maka tahun 2019 tidak perlu ada yang dikhawatirkan," kata Tri dalam pesan singkatnya, Rabu (13/9).

Tri yakin, rakyat akan kembali memilih Jokowi pada Pemilu 2019 nanti jika kinerja pemerintah makin meningkat. Dia pun berpesan, Jokowi tak perlu ambil pusing dengan kritik yang dilancarkan kepada pemerintah selama ini.

"Rakyat akan kembali memberikan kepercayaan kepada Pemerintah dan pemimpin yang berhasil meningkatkan kesejahteraan. Pak Jokowi juga tidak perlu risau dengan kritik dan serangan. Itu biasa saja dalam demokrasi. Yang penting tetap fokus kerja dan kerja saja. Rakyat pasti tahu siapa yang bekerja dan siapa yang hanya bicara saja," kata Tri.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Eksekutif CSIS Philips Vermonte dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/9) mengatakan, kenaikan tingkat kepuasan publik secara signifikan sebesar 15,9 persen terhadap pemerintahan Jokowi dipengaruhi tingginya optimisme masyarakat terhadap kemampuan pemerintah mewujudkan masa depan Indonesia lebih baik.

Kepuasan tertinggi terhadap pemerintahan Presiden Jokowi tampak pada bidang maritim sebesar 63,9 persen, disusul bidang hukum sebesar 62,1 persen, dan politik sebesar 53 persen.

Sementara itu, sektor ekonomi masih menjadi tantangan bagi pemerintah karena tingkat kepuasan publik belum menyentuh angka 50 persen, baru sebesar 48,8 persen.

"Tantangan yang dihadapi yakni lemahnya keyakinan publik terhadap kemampuan pemerintah menaikkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 sampai dengan 7 persen dan menumbuhkan iklim investasi," kata Philips.

Berdasarkan demografi, CSIS menemukan bahwa masyarakat yang berada di pedesaan, tinggal di Pulau Jawa, dan berjenis kelamin laki-laki lebih puas terhadap kinerja pemerintahan. Tingkat kepuasan penduduk yang berpendidikan dan berpendapatan rendah terhadap pemerintah juga lebih tinggi.

"Hal ini menunjukkan bahwa basis pendukung Presiden Jokowi adalah masyarakat pedesaan di Pulau Jawa yang tingkat pendidikan dan pendapatannya rendah," kata Philips.

Survei CSIS dilakukan terhadap 1.000 responden yang telah memiliki hak pilih dalam pemilu dan tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Survei ini memiliki margin error 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Penarikan sampel dilakukan secara acak menggunakan sistem acak dengan mempertimbangkan proporsi jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi, serta memperhatikan karakter wilayah perkotaan dan perdesaan. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini