Habiburokhman duga ada orang yang 'panasi' La Nyalla buat tuding Prabowo

Sabtu, 13 Januari 2018 15:05 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Habiburokhman dan Prabowo. Facebook

Merdeka.com - Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman menduga, ada pihak yang menghasut La Nyalla Mattalitti untuk menuding Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto meminta mahar politik dalam Pilgub Jatim 2018. Habiburokhman mempertanyakan sikap La Nyalla tidak langsung menyampaikan kesaksian setelah mengembalikan surat mandat pencalonan gubernur Jatim dari Gerindra.

"Ada interval, dari beliau kembali kan mandat sampai dia konferensi pers. Nah apakah ini ada orang yang ngipas-ngipasin atau gimana, kami enggak tahu," kata Habiburokhman dalam diskusi bertajuk 'Wajah Politik Pilkada 2018' di Resto Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat Sabtu (13/1).

Habiburokhman mengklarifikasi, Gerindra batal mencalonkan La Nyalla karena gagal membangun koalisi di Pilkada Jatim.

"Enggak majukan ya karena Gerindra tidak cukup untuk calonkan kader di Jatim, makanya kita keluarkan surat tugas, agar ia dapat dukungan dari sekian kiai dan mantan gubernur, maupun partai, tapi yangg dijanjikan ini enggak terwujud," tegasnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan, Gerindra tidak meminta mahar politik kepada La Nyalla untuk kepentingan Prabowo atau partai. Prabowo, kata dia, hanya meminta uang untuk logistik dan uang pembiayaan saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Pak Prabowo hanya meminta agar perlu enggak ada uang saksi dan sebagainya. Nah ini pak La Nyalla siap enggak. Seperti Sandi (Wagub DKI Sandiaga Uno) kemarin sudah mengklarifikasi keluar Rp 100 miliar," tandasnya.

Diketahui, rumor soal adanya mahar politik di Pilkada 2018 kembali menjadi perbincangan sejak La Nyalla Mattalitti mengaku diminta Ketua Umum Prabowo Subianto ratusan miliar sebagai syarat mendapatkan rekomendasi untuk diusung Gerindra di Pilgub Jawa Timur 2018.

La Nyalla blak-blakan menceritakan kegagalannya diusung Gerindra untuk maju di Pilgub Jatim. Termasuk cerita ketidaksanggupannya memenuhi mahar politik ratusan miliar rupiah yang disebutnya permintaan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Dia mengaku sudah mengucurkan Rp 5,9 miliar yang diterima oleh Tubagus Daniel Hidayat (Bendahara La Nyalla) dan diserahkan ke Saudara Fauka. La Nyalla mengatakan, Prabowo justru merespon dengan marah-marah dengan memakinya. Sambil menyinggung soal uang Pilpres 2014. Dia mengaku tak mengetahui maksud kemarahan Prabowo.

La Nyalla menyebut Partai Gerindra meminta 'mahar' sebelum mengeluarkan rekomendasi untuknya di Pilgub Jatim 2018. Dia merinci total uang yang telah dikeluarkannya. [rnd]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.