Guyon Yasonna Soal AHY Lama Jadi Presiden Tunjukkan Sentimen Politik ke Demokrat

Rabu, 9 Juni 2021 18:59 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Guyon Yasonna Soal AHY Lama Jadi Presiden Tunjukkan Sentimen Politik ke Demokrat Menkumham Yasonna H Laoly. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Deddy Kurnia Syah menanggapi candaan yang dilontarkan Menkumham Yasonna Laoly kepada politisi Demokrat. Dalam candaan itu, dia menyebut Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono masih lama menjadi presiden.

Menurut Dedi, hal candaan itu merupakan hal lumrah terjadi. Apalagi di antara partai yang bersaing di dunia politik.

"Iklim komunikasi semacam itu, biasa terjadi antar rivalitas parpol," kata dia, saat dihubungi, Rabu (9/6)

Karena itu, dia berpandangan, seharusnya candaan Yasonna itu tidak mengandung hal yang sensitif. Dia pun mengomentari sikap politisi Demokrat yang menyatakan keberatan dan meminta Yasonna mencabut kembali pernyataan itu.

"Dalam konteks penyampaian Yasonna semestinya tidak ada hal sensistif, ini bentuk sentimen kader Demokrat yang terlalu kuat ke PDIP," terang dia.

"Sehingga mudah menimbulkan kesalahpahaman. Sama halnya dengan PDIP yang juga sesekali menunjukkan sentimen politis pada Demokrat, sebagaimana yang dinyatakan kadernya jika PDIP tidak mungkin koalisi dengan Demokrat," imbuh Dedi.

Diberitakan, Yasonna Laoly melempar candaan kepada politikus Demokrat Benny K Harman. Ia bercanda menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono masih lama menjadi presiden.

Candaan itu dilempar saat bicara pasal penghinaan presiden dalam draf RUU KUHP. Yasonna mengatakan pasal tersebut dimasukkan untuk menjaga martabat presiden hari ini hingga yang akan datang.

"Tapi apa kita biarkan presiden yang akan datang digituin? Mungkin saja satu di antara kita jadi presiden," kata Yasonna saat rapat kerja Komisi III dengan Menkumham di DPR, Rabu (9/6).

Yasonna menyebut atasan politikus Gerindra Habiburokhman, Prabowo Subianto, sampai atasan Demokrat. Canda Yasonna, AHY masih lama menjadi presiden karena masih muda.

"Atau bos Habib, kita biarkan itu? Kalau bos pak Benny masih lama barangkali. Misalnya, contoh. Ya kan. Masih muda. Canda canda," katanya disambut gelak tawa seisi ruangan.

Menanggapi itu, Anggota Komisi III Fraksi Demokrat DPR RI Santoso menyatakan tidak terima candaan tersebut. Ketua DPD Demokrat DKI Jakarta ini meminta Yasonna mencabut pernyataannya. Sebab Yasonna juga merupakan kader politik dari PDI Perjuangan.

"Saya ingin apa yang Pak Menteri sampaikan yang menyatakan bos pak Benny masih lama itu supaya dicabut. Saya sangat keberatan," kata Santoso saat rapat kerja dengan Komisi III dengan Menkumham di DPR, Jakarta, Rabu (9/6).

"Kenapa karena pak Yasonna selain menteri juga kader partai politik. Jadi kurang tepat juga menyampaikan hal itu," sambungnya.

Santoso mengatakan, pernyataan Yasonna bisa menimbulkan friksi di masyarakat. Dia minta persoalan Pilpres 2024 itu menjadi roda sejarah.

"Sehingga nanti menimbulkan friksi di tangah masyarakat. Soal boss pak Benny dan boss saya di tahun 2024 jadi atau tidak biarlah roda sejarah yang akan mencatat itu," katanya.

Menanggapi itu, Menkumham Yasonna menyampaikan permintaan maaf dan mencabut pernyataannya. "Sebetulnya itu joke, tapi saya cabut, mohon maaf," ucapnya. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini