GP PDIP Tak Terpengaruh Keputusan Depkumham

Senin, 13 Juni 2005 10:29 Sumber :
GP PDIP Tak Terpengaruh Keputusan Depkumham
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Ketua Pimpinan Kolektif Nasional Gerakan Pembaruan (GP) PDIP, Roy BB Janis, dan pimpinan GP PDIP lainnya, Noviantika Nasution berpendapat, keputusan Departemen Hukum dan HAM menerima pendaftaran DPP PDIP hasil kongres Bali tidak ada masalah, karena perkara pelanggaran AD/ART dilakukan PDIP pada kongres Bali yang kini sedang diproses di pengadilan belum final.

"Keputusan itu sudah tepat, karena sifatnya hanya mendaftar sementara, dan bila pengadilan memutuskan lain, tentu akan dilakukan perbaikan," kata Roy BB Janis dalam acara deklarasi/pengukuhan ratusan pengurus Pimpinan Kolektif GP PDIP se kabupaten Bogor di Taman Buah Mekarsari, Cibubur, Jakarta, Minggu (12/6).

Roy mengatakan, sikap Depkum dan HAM atas masalah ini tidak berpihak. Sifatnya sementara dan normatif saja. "Apalagi kami bukan DPP (PDIP) tandingan, maka tak ada masalah buat kami."

Ia menjelaskan, GP PDIP dibentuk untuk menyelamatkan partai, bukan untuk membentuk partai baru. Meskipun demikian, sudah sekitar 80% kader PDIP yang `hatinya menyeberang kepada GP PDIP.`

Sementara itu Noviantika juga berpendapat, didaftarnya DPP PDIP hasil kongres Bali di Depkum dan HAM tak menjadi masalah.

"Saya yakin hukum akan berpihak kepada yang benar, dan Depkum dan HAM nantinya akan menetapkan yang sah. Apalagi, proses hukumnya kini sedang berjalan," katanya.

Tapi, jika ternyata Depkum dan HAM nantinya berpihak, GP PDIP melalui Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) akan mengajukan gugatan ke PTUN. Noviantika mengakui, untuk mencairkan konflik di dalam tubuh PDIP telah dilakukan pendekatan melalui mediator.

"Tapi, nyatanya itu tak jalan," katanya. Baik Roy maupun Noviantika mengingatkan, PDIP perlu diselamatkan. Untuk itu, partai berlambang banteng gemuk itu perlu pembaruan, mengingat dalam pemilu 2004 perolehan suara PDIP 15 juta hilang, sedangkan dalam Pilkadasung perolehan suaranya tak lebih dari enam persen.

Roy mengingatkan, keberhasilan PDIP pada pemilu 1999 bukan karena figur seseorang, tapi karena peran `wong cilik`, kader PDIP di akar rumput. Ia juga membantah, keterpecahan PDIP disebabkan keterlibatan Partai Golkar.

Keterpecahan di tubuh PDIP menurutnya, tidak disebabkan oleh parpol manapun, karena Golkar sendiri sedang dilanda konflik internal, punya bibit-bibit perpecahan.

Ratusan pengurus GP PDIP se kabupaten Bogor, yang dipimpin ketuanya, Warwoko, dalam kesempatan itu menyatakan tekadnya untuk mendukung GP PDIP.

"Selanjutnya, kami akan membentuk kepengurusan di Sulawesi Tenggara, NTT, Sumsel, Sumut dan Sulut," kata Noviantika Nasution. (*/bun)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini