Golkar Yakin Mampu Rebut Pemilih Prabowo di Jawa Barat pada 2024

Selasa, 23 November 2021 11:05 Reporter : Merdeka
Golkar Yakin Mampu Rebut Pemilih Prabowo di Jawa Barat pada 2024 Diskusi eks narapidana korupsi dilarang nyaleg. ©2018 Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Firman Soebagyo meyakini, partainya akan kembali menguasai suara pemilih di Provinsi Jawa Barat. Baik saat pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden 2024.

Hal itu melihat dari pemilu sebelumnya yang menjadikan Jabar sebagai salah satu lumbung suara bagi partai beringin.

"Kalau kita lihat peta dan latar belakang sejarahnya, Jawa Barat, itu kan menjadi salah satu lumbungnya Golkar. Kalau PDI lumbungnya kan di Jawa Tengah," ujar Firman saat dihubungi, Selasa, (23/11).

Seperti diketahui, pada Pemilu 2019, Jawa Barat dikuasai oleh Gerindra. Baik pilpres maupun pileg.

Firman menanggapi prediksi pengamat soal suara Prabowo Subianto di Jabar yang bakal diambil capres lain pada 2024. Firman yakin, Golkar mampu kembali meraup kemenangan di Jabar.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin, memperkirakan perolehan suara Prabowo Jabar bakal mengalami penurunan. Menurutnya, konstruksi pemilih di Jabar senantiasa berubah dari pemilu ke pemilu.

Ditambah, karakter masyarakat Jabar mudah terpesona dan kecewa. Khusus Prabowo, kekecewaan masyarakat karena bergabungnya pendiri Partai Gerindra itu ke pemerintah.

2 dari 3 halaman

Jaga Konstituen

Firman mengamini, kalau ada pergeseran suara pemilih yang kecewa terhadap Prabowo Subianto dan Partai Gerindra ke partai Golkar.

"Mereka (yang kecewa dengan Prabowo) katakanlah bergesernya kepada Golkar ya kami sangat welcome dan berterimakasih," ujarnya.

Firman menyakinkan masyarakat Jabar jika nanti Partai Golkar memenangkan pemilu, akan berpihak pada kepentingan rakyat. Firman juga memastikan, seluruh kader Golkar terus bergerak mensosialisasikan visi misi partai dan ketua umum Airlangga hartarto sebagai capres 2024.

"Kalau masyarakat menentukan pilihannya ke Golkar dan Airlangga, nantinya berarti masyarakat sudah bisa menilai dari sekian partai yang ada ternyata golkar yang mungkin dianggap memperjuangkan aspirasi mereka," ujarnya.

Firman menilai, masyarakat termasuk warga Jabar sudah semakin cerdas. Sikap dan perilaku politik dari tokoh-tokoh mereka dukung menjadi pertimbangan pilihan politik. Dia mengatakan, dalam menentukan pilihannya di era keterbukaan, masyarakat lebih senang pada tokoh-tokoh yang konsisten dengan sikap politik.

"Dan kemudian memilih tokoh yang memang dalam politik itu menjaga etika hubungan antara pendukung dan yang didukung," ujarmya.

Dia menambahkan, posisi-posisi psikologis dan inkonsisten calon pemimpin dapat mempengaruhi ketidakpercayaan pendukungnnya. Hal ini disebabkan keputusan politik tokoh politik tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan pendukungnnya.

Dia berharap, suara-suara pemilih yang dulu memilih ke Golkar akan kembali memilih partai tersebut. Ia mengingatkan Prabowo Subianto dulunya merupakan kader Golkar yang keluar dan mendirikan Partai Gerindra.

"Banyak orang-orang Golkar yang mengikuti jejak Pak Prabowo ke Gerindra. Kalau ada yang kecewa saat ini sama sikap beliau, itu hak masyarakat," ujar Firman.

3 dari 3 halaman

Kecewa dengan Prabowo

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin mengakui Prabowo Subianto memiliki kantung suara besar di Jawa Barat, pada pemilu 2019. Namun, menurut Ujang, suara Prabowo sudah mulai tergerus dampak dari bergabungnya Ketua Umum Partai Gerindra itu ke dalam koalisi Jokowi dan jabat Menteri Pertahanan.

"Saya menilai banyak masyarakat Jabar yang kecewa pada Prabowo," ungkap Ujang di Jakarta, Minggu (21/11).

Ujang menilai, polarisasi masyarakat kerap berubah setiap pemilu, termasuk di Jabar. Warga Jabar bisa saja akan berpaling ke capres lain yang lebih menjanjikan dan memberi harapan. Salah satunya Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang diprediksi menjadi salah satu capres di pilpres 2024 mendatang.

"Bisa seperti itu. Semua capres lain punya potensi menang di Jabar," kata Ujang.

Sumber: Liputan6.com [rnd]

Baca juga:
MK Usulkan 6 Format Penyelenggaraan Pemilu 2024
Ketua Bawaslu Ingatkan Anggotanya Hati-hati Gunakan Anggaran Pemilu
Calonkan Cak Imin, PKB Tak Mau Ketinggalan dapat Efek Elektoral Jika Menang Pilpres
PKB: Ganjar Tak Punya Partai, Masa Kita yang Lamar?
Stafsus Mensesneg Minta Pertemuan Mega dan Prabowo-Puan Tak Perlu Dipermasalahkan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini