Golkar Terbuka Ikut Poros PDIP-Gerindra, Tapi Tetap Perjuangkan Airlangga Capres

Selasa, 30 November 2021 10:50 Reporter : Merdeka
Golkar Terbuka Ikut Poros PDIP-Gerindra, Tapi Tetap Perjuangkan Airlangga Capres Airlangga Hartarto dan Puan Maharani. ©ANTARA/Imam Budilaksono

Merdeka.com - Partai Gerindra secara terbuka menginginkan berkoalisi dengan PDIP pada Pemilu 2024. Melihat itu, Golkar mengaku tak gentar.

Ketua DPP Partai Golkar, TB Ace Hasan Syadzily mengatakan, Golkar terbuka berkoalisi dengan siapapun. Termasuk bergabung dengan koalisi Gerindra-PDIP nantinya.

"Tentu dengan syarat Pak Airlangga Hartarto sebagai Capres 2024," kata Ace saat dihubungi, Selasa (30/11).

Ace mengemukakan, keputusan ini merupakan kebijakan final Partai Golkar sesuai dengan hasil Munas 2019 dan diperkuat dalam Rapimnas 2021 yang lalu.

"Soal berkoalisi dengan partai mana, tentu kami harus menyamakan persepsi dan platform perjuangan yang sama antar partai politik," ujar dia.

Meskipun Gerindra dan PDIP menjalin koalisi, Ace menegaskan, saat ini Partai Golkar sedang fokus untuk menaikan popularitas dan elektabilitas Airlangga Hartarto.

2 dari 2 halaman

Koalisi Gerindra-PDIP

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani berbicara mengenai kepentingan Partai Gerindra pada Pemilu 2024 di Provinsi Jawa Tengah. Dia mengatakan, Jawa Tengah adalah provinsi yang memiliki geopolitik yang khas.

Dia menilai, sejak Pemilu 1999 sampai 2019, PDIP selalu mendominasi Jateng sebagai pemenang pemilu. Berbeda dengan provinsi lainnya di Pulau Jawa yang selalu bergantian pemenangnya dalam setiap pemilu. Untuk itu, Muzani meminta agar Partai Gerindra belajar dengan PDIP tentang cara mempertahankan kepercayaan rakyat seperti yang terjadi di Jawa Tengah.

Hal itu disampaikannya di Semarang, Minggu (28/11) saat peresmian kantor DPC Gerindra Kota Semarang yang juga dihadiri oleh pengurus DPD PDIP Jateng dan juga DPC PDIP Kota Semarang.

"Gerindra Jateng harus belajar dari bagaimana PDIP Jateng mengelola kepercayaan rakyat sehingga selalu menang dalam setiap pemilu. Kita pernah mengalami fase naik turun dalam hubungan dengan PDIP. Kita pernah bekerjasama pada tahun 2009, lalu 2014 berpisah karena Gerindra oposisi. Dan kini kembali bersama dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Dan ke depan kita ingin bekerjasama lagi untuk membesarkan dan membangun Indonesia," kata Muzani.

Muzani mengatakan, secara geografis Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk sebesar 270 juta dan sekitar 17 ribu pulau. Tidak mungkin satu kekuatan bisa menjangkau seluruhnya.

Itulah yang menyebabkan, kata dia, semua kekuatan politik harus bekerjasama membangun masa depan Indonesia dan menyatukan diri dalam satu kekuatan.

“PDIP dan Gerindra adalah kekuatan besar," imbuhnya. [rnd]

Baca juga:
Sambut Baik Tawaran Kerja Sama Gerindra, PDIP Kenang Tri Sakti Bung Karno
Pasangan Prabowo-Puan Dideklarasikan Jadi Capres Cawapres 2024
Wacana Koalisi PDIP-Gerindra, PKS Ingatkan Jangan Jauh dari Harapan Rakyat
PKB Soal PDIP-Gerindra Makin Erat: Kita juga Kekuatan yang Tentukan Peta Politik
Ganjar-Sandiaga Dinilai Lebih Aman Diusung PDIP-Gerindra untuk 2024
Gerindra dan PDIP Kian Harmonis, Demokrat Prediksi 3 Poros Bertarung di Pilpres
PPP: Apakah Ketika Gerindra dan PDIP Jadi Berkoalisi Maka Parpol Lain Ikut?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini