Golkar: Tak Semua Warga Suka Disuapi, Ada yang Mau Upskilling di Kartu Prakerja

Minggu, 7 Juni 2020 20:29 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Golkar: Tak Semua Warga Suka Disuapi, Ada yang Mau Upskilling di Kartu Prakerja Nurul Arifin. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Waketum Golkar Nurul Arifin melihat program Kartu Prakerja sering dibandingkan efektifitasnya dengan bantuan sembako atau tunai dalam mengatasi dampak Covid-19. Dia menilai, perbandingan tersebut, hanyalah soal pola pikir yang belum terbangun di masyarakat.

"Ini bukan soal masyarakat tidak setuju dengan skema bantuan pelatihan online dan pembukaan lapangan pekerjaan, tapi soal cara berpikir dan preferensi masyarakat yang belum terbiasa dan lebih memilih bantuan sosial dan sembako. Kita harus melihat bahwa nyatanya respon masyarakat terhadap program Kartu Prakerja juga sangat tinggi dan positif," kata Nurul dalam diskusi virtual, Minggu (7/6).

Menurut Nurul, sampai saat ini, sudah ada 8,6 juta pendaftar program Kartu Prakerja yang tercatat di Kementerian Perekonomian. Angka ini melebihi target 5,6 juta penerima manfaat dari program Kartu Prakerja yang diarahkan sebagai program semi bansos.

"Ini bukti bahwa antusiasme masyarakat sangat besar dan positif. Tidak semua masyarakat suka disuapi saja, ada juga yang menginginkan upskilling dan reskilling ketika mereka dirumahkan karena pandemi," kata Nurul.

Temuan data dari Indikator Politik Indonesia terkait realokasi anggaran belanja pemerintah mengatasi dampak Covid-19 mencatat 36,3 persen publik mengharapkan bantuan kebutuhan pokok bagi rakyat kecil dan 18,5 persen menilai bantuan uang tunai lebih penting untuk diberikan. Sementara, ada 12,1 persen yang menilai penciptaan lapangan kerja bagi warga yang kehilangan pekerjaan juga penting untuk dilakukan.

Baca Selanjutnya: Nurul melihat angka 121 persen...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini