Golkar Sebut Tetty Batal Bertemu Jokowi Usai Diklarifikasi Kasus Bowo Sidik

Selasa, 22 Oktober 2019 10:11 Reporter : Sania Mashabi
Golkar Sebut Tetty Batal Bertemu Jokowi Usai Diklarifikasi Kasus Bowo Sidik Bupati Minahasa Selatan di Istana. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Bupati Minahasa Selatan Christian Eugenia Paruntu atau Tetty Paruntu di panggil Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Istana Kepresidenan, Senin (21/10). Pemanggilan itu terkait pemberian posisi di kabinet Jokowi dan wakilnya Ma'ruf Amin periode 2019-2024.

Sayangnya, Tetty batal bertemu Jokowi. Sebab, Tetty diduga terlibat kasus suap dan pernah diperiksa sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wakorbid Kepartaian Partai Golkar Darul Siska menjelaskan, Tetty adalah nama yang diusulkan partainya untuk duduk di kabinet Jokowi-Ma'ruf. Kata dia, Tetty juga mendapat undangan resmi dari eks Mensesneg Pratikno untuk bertemu Jokowi.

"Dia diundang memang oleh Pak Pratik untuk ke Istana," kata Darul pada Merdeka.com, Selasa (22/10).

Namun, lanjut Darul, Tetty sempat dimintai konfirmasi beberapa hal terkait informasi yang beredar tentang keterlibatannya di kasus suap Bowo Sidik. Karena ada informasi tersebut, akhirnya Tetty tidak jadi bertemu Jokowi.

"Cuma setelah sampai di Istana dikonfirmasi itu beberapa hal yang diisukan tentang dia, nah karena ada informasi-informasi begitu akhirnya dia tidak jadi bertemu dengan presiden," ungkapnya.

Dia mengatakan, banyak kader Golkar yang kecewa dengan tidak jadinya Tetty bertemu Jokowi. Darul berharap klarifikasi yang diberikan Tetty bisa menjernihkan situasi.

"Tentu banyak kader Partai Golkar ikut kecewa dan prihatin dengan kejadian tersebut, mudah-mudahan klarifikasi yang disampaikan Ibu Tetty kepada Bapak Pratikno bisa menjernihkan situasi dan mengklarifikasi berbagai tuduhan yang ditujukan kepadanya," ujarnya.

Kendati demikian, Golkar siap jika diminta nama pengganti Tetty di kabinet. Kalau pun diminta pengganti oleh Jokowi, Darul menduga kader tersebut akan berasal dari Sulawesi Utara.

"Kalau diminta lagi oleh Presiden Saya kira begitu akan dari daerah yang sama dengan kompetensi yang cukup memadai dan tetap ke Golkar," ucapnya.

Diketahui, Tetty Paruntu mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta karena diusulkan Partai Golkar menjadi salah satu menteri. Namun, Tetty ternyata tidak bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan Tetty langsung meninggalkan Istana melalui pintu samping usai bertemu Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

"Tadi ada Ibu Tetty usulan dari Partai Golkar, di dalam tadi beliau menunggu dulu Pak Airlangga. Setelah bertemu Pak Airlangga, beliau langsung meninggalkan Istana lewat samping jadi tidak sampai ketemu Presiden," ujar Bey di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10).

Dikarenakan tak bertemu dengan Jokowi, maka Tetty batal menjadi menteri di kabinet jiid II. "Karena tidak bertemu dengan Presiden jadi bukan (menteri)," ucapnya. [eko]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini