Golkar: Kartu Prakerja Bukan Buat Orang Malas Berharap Belas Kasihan

Kamis, 28 Mei 2020 12:50 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Golkar: Kartu Prakerja Bukan Buat Orang Malas Berharap Belas Kasihan Sebastian Salang. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Politikus Golkar Sebastian Salang menilai, wajar ada pro dan kontra dalam kebijakan pelatihan online di kartu prakerja. Pro dan kontra, merupakan alat kontrol kebijakan, mulai perencanaan maupun pelaksanaanya.

"Dengan demikian, para pelaksana atau pihak yang mengeksekusi kebijakan selalu terkontrol langkahnya agar terhindar dari penyimpangan atau penyelewengan kekuasaan," jelas Sebastian kepada wartawan, Kamis (28/5).

Program kartu prakerja, menurut Sebastian, secara konsep dan implementasi akan sangat bermanfaat bagi siapapun yang memiliki kesadaran untuk mempersiapkan diri dan masa depannya dengan skill khusus di tengah persaingan yang kian berat.

"Sebaliknya, program ini tidak untuk orang yang malas dan berharap belaskasihan orang lain atau pemerintah terus menerus," jelas dia.

Sebastian menjelaskan, gagasan di balik program tersebut. Salah satunya, menciptakan SDM yang unggul seperti janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat kampanye Pilpres 2019.

"Ketika debat calon presiden pada 17 maret 2019 lalu, Pak Jokowi menyampaikan gagasannya tentang membangun SDM unggul Indonesia. Ditengah persaingan global, perkembangan teknologi yg kian pesat, Indonesia wajib mempersiapkan SDM yang unggul (memiliki skill khusus dan melek teknologi, serta siap bersaing dengan tenaga kerja luar negeri)," tambah Sebastian.

1 dari 1 halaman

Pendekatan yang dilakukan demi mewujudkan mimpi membangun SDM unggul, lanjut dia, menurut Jokowi juga harus lebih kreatif, melibatkan teknologi. Prinsipnya, tidak lagi menggunakan pendekatan konvensional, harus out of thebox.

Kartu prakerja adalah pengejawantahan mimpi besar itu, kata dia. Meskipun bukan satu satunya. Itulah mengapa dalam desain program ini, telah dipikirkan pendekatan apa yg paling efektif agar semua warga negara dimanapun, memiliki peluang yang sama untuk mengakses atau menjangkau informasi serta terlibat dalam program.

“Karena itu, mengintegrasi dengan teknologi digital adalah cara yang paling efektif, selain bisa diakses dari mana saja, juga bisa memotong rantai birokrasi yang sering kali menghambat, bertele-tele, serta menutup peluang terjadinya suap menyuap dalam mengurus dokumen,” terang Sebastian.

Menariknya, tambah Sebastian, semua jenis pelatihan yang bertujuan untuk membekali keterampilan diri mulai dari pemula hingga untuk meningkatkan skill yang ada, tersedia lengkap secara digital dan online.

Dengan demikian, siapapun bisa mengikuti pelatihan kapan dan dimana saja, terutama selama masa pandemi Corona ini.

“Jadi, negara sebetulnya telah menyediakan peluang bagi setiap warga negara untuk memiliki atau meningkatkan keterampilan atau keahlian sebagai bekal untuk bekerja, berusaha atau bersaing di dunia internasional,” tutup dia. [rnd]

Baca juga:
Kartu Prakerja Dinilai Bisa Jadi Solusi Atasi Dampak Pandemi
Pemerintah Klaim 75 Persen Peserta Kartu Prakerja Cocok dengan Jenis Pelatihan
KPK Sedang Dalami Program Kartu Prakerja
PPP Khawatir Pelatihan Online Prakerja Jadi Kasus Hukum Usai Jokowi Pensiun
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang IV Dibuka Setelah Lebaran
Alasan Jumlah Peserta Kartu Prakerja Gelombang III yang Lolos Tak Penuhi Target

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini