Golkar Bicara Kans Koalisi dengan PDIP, Airlangga Kapan Bertemu Megawati?

Kamis, 28 Oktober 2021 21:51 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Golkar Bicara Kans Koalisi dengan PDIP, Airlangga Kapan Bertemu Megawati? Ketum Golkar Airlangga Hartarto bertemu Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto telah bergerilya melakukan pertemuan dengan beberapa ketua umum partai. Namun hingga saat ini, belum ada pertemuan khusus dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Ketua Bidang Penghubung Antar Lembaga Politik DPP Partai Golkar, Firman Subagyo mengatakan partainya saat ini fokus pada konsolidasi di tingkat arus bawah yaitu di tingkat kepengurusan partai Provinsi, Kota dan Kabupaten.

Soal urusan pertemuan dengan ketum-ketum partai, Firman menyerahkan sepenuhnya pada Airlangga sebagai Ketua Umum Golkar.

"Untuk mendorong agar Pak Ketua Umum ini tentunya harapan kami terus meningkat yang namanya popularitas dan elektabilitasnya. Namun untuk mengadakan pertemuan (dengan Megawati) adalah keputusan ketua umum," ujar Firman kepada wartawan, Kamis (28/10).

Mengenai kemungkinan koalisi antara Golkar dengan PDIP, Firman mengatakan koalisi untuk pencalonan presiden itu sebuah keharusan. Sebab hampir tidak ada partai politik yang bisa mencalonkan sendiri.

"Ini konsekuensi daripada multipartai. Oleh karena itu, kemungkinan-kemungkinan di dalam politik itu kan bisa saja terjadi," ujarnya.

Namun, menurut Firman, hal itu akan berproses mengikuti dinamika yang berkembang dan mengikuti irama masing-masing partai. "Kalau dirasa itu merupakan suatu kebutuhan dan merupakan suatu kesepakatan yang bisa dilakukan ya kenapa tidak, kan begitu," imbuhnya.

Jika penjajakan koalisi terjadi, Firman berharap penentuan capres dan cawapres bukan hanya dari partai mana yang lebih besar dari partai lain.

"Tapi tentunya kan masing-masing bukan karena partai besar, kemudian harus jadi Presiden, bukan karena partai nomor dua, harus terus wakil, bukan begitu," ujar Firman.

Dalam menentukan capres dan cawapres, lanjut Firman, harus juga dilihat dari tingkat keterpilihan, popularitas dan elektabilitas para calonnya. "(Solusinya) itu di menit-menit terakhir, itu akan ada keputusan politik," ujarnya.

Firman mengatakan jika koalisi dengan PDI-P mengalami kebuntuan, Golkar terbuka berkoalisi dengan partai lain. Kebuntuan itu terjadi ketika ada keinginan melakukan koalisi, tapi keduanya tetap pada pendirian untuk memposisikan jagoannya sebagai capres.

"Jika tidak ada titik temu, tentu harus cari alternatif lain. Bisa saja terjadi (Koalisi dengan Nasdem, PKB dan lain-lain)," pungkasnya. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini