Goenawan Mohamad: Prabowo terlibat penculikan

Jumat, 16 Mei 2014 09:09 Reporter : Laurencius Simanjuntak
Goenawan Mohamad: Prabowo terlibat penculikan Goenawan Mohamad. wikipedia

Merdeka.com - Budayawan Goenawan Mohamad (GM) memberi klarifikasi soal beredarnya dokumen rekaman suaranya yang berisi pernyataan bahwa dia tidak percaya Prabowo Subianto berada di balik kerusuhan Mei 1998.

Padahal, sebelumnya GM menyatakan mundur dari Partai Amanat Nasional ( PAN ) karena partai yang ikut didirikannya pada 1998 itu telah mendukung Prabowo, yang dia sebut sebagai bagian dari kekuatan Orde Baru yang ingin "memadamkan gerakan pro-demokrasi, antara lain dengan kekerasan."

Lewat pernyataan terbuka di akun Facebook-nya, GM tetap mengakui ucapannya dalam rekaman itu. Namun, dia ingin semua pihak membedakan antara peristiwa kerusuhan Mei 1998 dan peristiwa penculikan yang terjadi beberapa bulan sebelumnya.

"Saya pernah mengatakan, dan tetap mengatakan sampai hari ini, bahwa Prabowo Subianto tidak terbukti terlibat dalam kerusuhan yang melanda Jakarta, Bandung, dan Surakarta -- mengingat belum ada penyelidikan yang mengenai keterlibatan itu," kata GM, Jumat (16/5).

Tetapi, kata GM, dengan berpegang kepada hasil temuan Dewan Kehormatan Perwira, dan sebagaimana dikatakan Mantan Komandan Puspon ABRI, "Saya mengatakan bahwa Prabowo terlibat dalam tindakan beberapa bulan sebelum Mei 1998."

Berikut klarifikasi lengkap Goenawan Mohamad yang dikutip merdeka.com di laman Facebook-nya:

DUA PERISTIWA YANG BERBEDA: PENCULIKAN AKTIVIS DAN PERISTIWA MEI 1998

Ada dua peristiwa laku kekerasan yang berbeda -- tapi yang sekarang tidak diingat dengan jelas.

Penculikan aktivis terjadi SEBELUM Peristiwa Mei 1998. Ini data dari KONTRAS:

1. Desmond Junaidi Mahesa, diculik di Lembaga Bantuan Hukum Nusantara, Jakarta, 4 Februari 1998.

2. Haryanto Taslam...

3. Pius Lustrilanang, diculik di depan RSCM, 2 Februari 1998.

4. Faisol Reza, diculik di RSCM setelah konferensi pers KNPD di YLBHI, Jakarta, 12 Maret 1998

5. Rahardjo Walujo Djati, diculik di RSCM setelah konferensi pers KNPD di YLBHI, Jakarta, 12 Maret 1998.

6. Nezar Patria, diculik di Rumah Susun Klender, 13 Maret 1998.

7. Aan Rusdianto, diculik di Rumah Susun Klender, 13 Maret 1998.

8. Mugianto, diculik di Rumah Susun Klender, 13 Maret 1998.

9. Andi Arief, diculik di Lampung, 28 Maret 1998.

Di antara ke-13 aktivis yang masih hilang:

1. Petrus Bima Anugrah (mahasiswa Unair dan STF Driyakara, aktivis SMID. Hilang di Jakarta pada 30 Maret 1998.

2. Herman Hendrawan (mahasiswa Unair, hilang setelah konferensi pers KNPD di YLBHI, Jakarta, 12 Maret 1998) [15]

3. Suyat (aktivis SMID. Dia hilang di Solo pada 12 Februari 1998)

4. Wiji Thukul (penyair, aktivis JAKER. Dia hilang di Jakarta pada 10 Januari 1998.

5. Yani Afri (sopir, pendukung PDI Megawati, ikut koalisi Mega Bintang dalam Pemilu 1997, sempat ditahan di Makodim Jakarta Utara. Dia hilang di Jakarta pada 26 april 1997)

6. Sonny (sopir, teman Yani Afri, pendukung PDI Megawati. Hilang di Jakarta pada 26 April 1997)

7. Dedi Hamdun (pengusaha, aktif di PPP dan dalam kampanye 1997 Mega-Bintang. Hilang di Jakarta pada 29 Mei 1997)

8. Noval Al Katiri (pengusaha, teman Deddy Hamdun, aktivis PPP. Dia hilang di Jakarta pada 29 Mei 1997).

Hasil temuan Dewan Kehormatan Perwira (DKP): penculikan itu dilakukan atas perintah dan sepengetahuan para pimpinan Kopassus saat itu, bukan semata-mata atas inisiatif kesebelas anggotanya.

Mantan Komandan Puspom ABRI, Mayjen CHK Syamsu Djalaluddin, S.H., berpendapat seperti yang dinyatakan KSAD dan Ketua DKP Jenderal TNI Soebagyo, Prabowo telah mengaku melakukan tindak pidana penculikan sehingga harus diajukan ke mahkamah militer.

Pemerintah Habibie mengeluarkan pernyataan senada setelah mempelajari temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Adapun yang disebut "Peristiwa Mei 1998", dilihat dari sebutannya, terjadi setelah semua itu.

Saya pernah mengatakan, dan tetap mengatakan sampai hari ini, bahwa Prabowo Subianto tidak terbukti terlibat dalam kerusuhan yang melanda Jakarta, Bandung, dan Surakarta -- mengingat belum ada penyelidikan yang mengenai keterlibatan itu.

Tetapi dengan berpegang kepada hasil temuan Dewan Kehormatan Perwira, dan sebagaimana dikatakan Mantan Komandan Puspon ABRI, saya mengatakan bahwa Prabowo terlibat dalam tindakan beberapa bulan sebelum Mei 1998. [gib]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini