Giliran Forum Ibu Nyai minta Khofifah mundur dari Muslimat NU

Selasa, 7 November 2017 18:03 Reporter : Moch. Andriansyah
Forum Ibu Nyai minta Khofifah mundur. ©2017 merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Setelah Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT), kini giliran Forum Silaturahmi Ibu Nyai Kampung Jawa Timur (FSNKJT) mendesak Khofifah Indar Parawansa yang maju Pilgub Jawa Timur 2018, mundur sebagai Menteri Sosial dan Ketua Umum PP Muslimat NU.

"Di sini makanya, kami di sini, kami selaku Forum Silaturahmi Ibu Nyai Kampung menyampaikan aspirasi atas musyawarah kami bersama," tegas Ketua FSNKJT, Elly Chismaladani dalam jumpa pers di Surabaya, Selasa (7/11).

Merujuk pada AD/ART Muslimat NU Bab VII Pasal 37 ayat (1), menyebut, bahwa apabila ketua umum berhalangan (tetap), maka digantikan ketua I menjadi pelaksana tugas (Plt) ketua umum. Artinya, ketua umum yang hendak maju Pilkada, cukup dengan cuti.

Terkait permintaan agar Khofifah mundur sebagai Mensos, jika melihat Pasal 7 UU Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada, Khofifah tidak perlu mundur. Dalam aturan itu menyebut: Calon yang maju tidak harus mundur dari jabatannya, kecuali anggota DPR, DPRD, DPD, TNI/Polri dan PNS. Sementara menteri meminta izin kepada presiden selaku atasannya.

Aturan menteri tidak harus mundur ketika maju Pilkada juga tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Kepala Daerah. "Ini aspirasi kami," tandas Elly lagi.

Kiai-kia diminta tidak membawa agama

Selain meminta Khofifah mundur sebagai Mensos dan Ketua PP Muslimat NU, FSNKJT juga mengimbau tokoh-tokoh pendukung Khofifah untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang membawa-bawa masalah hukum agama dalam Pilkada Jawa Timur. "Kita intinya di sini adalah, kami mengimbau agar tokoh-tokoh Jatim tidak mengeluarkan statement yang mencampur-adukan antara hukum agama dengan masalah politik," tutur Elly.

Imbauan Elly ini merujuk pada statement pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim beberapa waktu lalu. Kiai Asep mengatakan, bahwa mendukung Khofifah adalah fardu 'ain (wajib) yang kemudian dikutip oleh media massa.

"Seperti yang fokus ini ya, seperti yang saya baca di media online beberapa waktu lalu, seperti itu," ucapnya.

Sayang, Elly lagi-lagi tidak bisa menjelaskan detail imbauannya untuk para kiai NU dan para pendukung Khofifah itu. Dia malah menyerahkan penjelasan dari pertanyaan itu kepada Ketua FK3JT, Fahrurrozi atau Gus Fahrur.

"Maaf saya tidak bisa menjelaskan secara detail, mungkin Anda sendiri sebagai wartawan sendiri tahu beberapa waktu lalu ada di media sosial online di situ ada," elaknya.

Meski didesak, Elly tetap enggan menjawab. "Mungkin nanti itu terlalu jauh, keputusan ini kami mendukung, nanti akan menjelaskan itu, Insya Allah ketua kiai kampung akan menjelaskan setelah ini," tandasnya sembari menegaskan pihaknya mendukung Gus Ipul-Abdullah Azwar Anas di Pigub Jawa Timur. [bal]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.