Gerindra tak lihat Zulkifli Hasan kampanye di kampus Muhammadiyah

Kamis, 30 Agustus 2018 16:10 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Gerindra tak lihat Zulkifli Hasan kampanye di kampus Muhammadiyah Deklarasi Prabowo-Sandiaga Uno. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Merdeka.com - Kubu tim kampanye nasional Jokowi-KH Ma'aruf Amin menuding Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mencuri start kampanye Pilpres 2019 saat jadi pembicara di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat. Dalam kesempatan itu dihadiri cawapres Sandiaga Salahudin Uno.

Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria tak setuju hal tersebut didefinisikan kampanye. Sebab kedatangan Sandiaga diundang oleh pihak acara. Zulkifli sebagai tokoh Muhammadiyah juga dinilai Riza wajar memperkenalkan para tamu.

"Ya diperlihatkan momentumnya apa, acaranya apa, kalau memang masing-masing kebetulan hadir di satu acara yang sama, tidak direncanakan. Sebagai tokoh Muhammadiyah sekadar ingin memperkenalkan (Sandi) saya kira biasa saja," katanya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (30/8).

Sandiaga juga disebut akan masuk dalam organisasi Islam Muhammadiyah. Riza menanggapi wajar bila Sandi bergabung ke ormas Islam.

"Sandi saya kira punya latar belakang NU, dan latar belakang Muhammadiyah," tukasnya.

Sebelumnya, mahasiswa UMJ meneriakan ganti Presiden. Pekikan ganti Presiden yang diserukan sekitar 4 ribu mahasiswa baru UMJ itu, dipandu oleh pertanyaan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang saat itu didaulat sebagai narasumber dalam UKM Expo UMJ 2018 di hadapan ribuan mahasiswa.

Zulhas yang mengawali pidatonya dengan melempar sejumlah pertanyaan kepada mahasiswa, pun dijawab seru mahasiswa.

"Pilpres itu kan sederhana. Ganti Presiden atau lanjutkan dua kali, betul enggak?" kata Zulhas.

Sontak, pertanyaan Zulhas itu, diikuti pekikan ribuan mahasiswa UMJ yang meneriakan Ganti Presiden berkali-kali. "Ganti, ganti, Presiden," bilang ribuan mahasiswa baru UMJ yang hadir.

Dia pun menegaskan, di depan ribuan mahasiswa, tokoh masyarakat KH Din Syamsuddin, Rektor UMJ Sandiaga Uno dan seluruh Civitas Akademik UMJ, bahwa pertanyaan itu bukan lah kampanye politik.

"Saya cuma nanya loh, enggak kampanye saya," kata Ketum PAN yang mendukung kubu oposisi Prabowo-Sandi itu.

Dia pun melanjutkan, pidatonya didepan ribuan mahasiswa dengan mengawali permintaan tepuk tangan bagi Sandiaga Uno, yang sangat inspiratif bagi kalangan milenial.

"Tepuk tangan dulu untuk Bang Sandi. Keren enggak, masih muda gitu, ganteng lagi. Kita tepuk tangan yang meriah, sekali lagi, wapres datang kemari, Insya Allah. Itu doa, wapres tuh doa, wakil presiden terpilih tuh doa, bukan kampanye," tegas Zulhas.

Melihat itu, Wakil ketua tim kampanye nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Arsul Sani menilai Zulkifli mencuri 'start' jika seruan itu dilakukan sebagai pengurus partai. PAN memang menjadi salah satu partai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Koalisi Prabowo-Sandi terus mengkampanyekan gerakan 2019 ganti presiden.

"Beliau sudah seyogyanya mengetahui persis kapan kalau sebagai pimpinan parpol, itu kemudian kapan mulai harus mulai melakukan itu ya, kalau dia melakukan itu sekarang siapapun pengurus parpol, ya dia berarti mencuri start," kata Arsul di Media Center TKN Jokowi-Ma'ruf, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta, Rabu (29/8). [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini