Gerindra sebut Prabowo beri efek positif, Jokowi negatif

Kamis, 19 April 2018 16:16 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Gerindra sebut Prabowo beri efek positif, Jokowi negatif Gerindra tak khawatir soal kecilnya elektabilitas Sudrajat - Syaikhu. ©2018 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono tak khawatir soal elektabilitas Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) yang tertinggal di bawah pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (RINDU) dan Dedi Mizwar-Dedi Mulyadi (2DM) di Pilkada Jawa Barat. Menurutnya tingkat popularitas Sudrajat-Syaikhu kian naik signifikan.

"Kalau elektabilitas Pak Sudrajat-Syaikhu menurut saya mulai meningkat seiring dengan popularitas Sudrajat-Syaikhu di Jawa Barat. Pak Sudrajat-Syaikhu kan pasangan kuda hitam yang membayangi pasangan Dedi Mizwar dan pasangannya, dan pasangan Ridwan Kamil dan pasangannya," katanya saat ditemui di FX Sudirman, Jakarta, Kamis (19/4).

Dia mengungkapkan, data yang pihaknya kumpulkan, popularitas Sudrajat dan Syaikhu melebihi 30 persen. Oleh karenanya pasangan dengan sebutan Asyik ini dapat menyaingi RINDU dan 2DM.

"Sehingga dengan tingkat kesukaan publik yang memadai tidak berlebihan kalau saya memperkirakan kalau suaranya Pak Sudrajat dan Pak Syaikhu ini bisa bersaing dengan pasangan pasang Ridwan Kamil dan Dedi Mizar dan pasangannya," tuturnya.

Untuk mendulang suara pasangan Sudrajat, Ketum Gerindra Prabowo Subianto akan blusukan ke Jawa Barat. Ferry juga menyinggung soal elektabilitas Jokowi yang turun karena negatif.

"Kalau Prabowo efek sekarang efeknya positif beda dengan Jokowi efek. Jokowi Efek itu sekarang negatif karena elektabilitas Pak Jokowi sekarang menurut lembaga survei median sudah 36 persen turun terus. Itu belum termasuk kasus Ibu Sukmawati, juga keluarnya Perpres No 20 tahun 2018, belum termasuk menghilangnya Premium di pasaran jadi kalo menurun saya ada efek Jokowi tapi negatif, ada Prabowo efek itu positif. iti bedanya sekarang," paparnya.

Adapun berdasarkan survei dari Indo Barometer pada dinamika dan proyeksi Pilkada Jawa Barat pemilih tertinggi pasangan Cagub-Cawagub di Maret 2018 didapat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (36,7 persen), disusul Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (31,1 persen) serta Sudrajat-Ahkmad Syaikhu (5,4 persen).

Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan 1.200 responden. Margin of error sebesar +2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Teknik yang digunakan melalui wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.

"Kalau (Asyik) ini menang jadi Gempa Bumi politik, gempanya langsung 9 skala richter. Kalau pasangan Asyik menang, ini akan terjadi kejutan politik bukan di Jabar tapi di Jakarta," tandas Direktur Eksekutif Indo Barometer Mochammad Qodari. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini