Gerindra Sebut OTT Komisioner KPU Indikasikan Ada Praktik Jual Beli Suara

Kamis, 9 Januari 2020 12:06 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Gerindra Sebut OTT Komisioner KPU Indikasikan Ada Praktik Jual Beli Suara Sodik Mujahid. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Gerindra, Sodik Mudjahid mengakui selama ini ada kekhawatiran bahkan kecurigaan adanya praktik jual beli suara. Hal ini menanggapi peristiwa OTT KPK terhadap komisioner KPU pusat, Wahyu Setiawan.

"Selama ini ada kekhawatiran bahkan kecurigaan kepada KPU di berbagai daerah dan berbagai lini atas jual beli suara," ungkap Sodik dalam keterangannya, Kamis (9/1).

Dia menyebut salah satu bukti adanya jual beli suara yakni biaya besar yang mesti digelontorkan partai-partai politik, calon anggota legislatif maupun calon kepala daerah untuk membayar saksi. Keberadaan saksi, justru mengindikasikan KPU tidak kredibel dalam menunaikan tugasnya.

"Jika KPU kredibel, partai, Caleg, dan Cakepda (calon kepala daerah), Capres tidak usah terlalu direpotkan dengan saksi," jelas Sodik.

Peristiwa OTT Wahyu Setiawan, menurut dia, sangat bermanfaat sebagai pelajaran kepada oknum KPU sampai level paling bawah. Bagi oknum KPU yang selama ini bermain-main dalam suara pemilihan.

"KPK harus terus mengawasi dengan intens kegiatan Pemilu, Pilpres dan Pilkada. Semua terduga diproses hukum dengan baik," katanya.

Sementara KPU, lanjut Sodik, diminta untuk terus meningkatkan kebersihan jajarannya.

1 dari 1 halaman

Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pada Rabu, 8 Januari 2020.

Wahyu diduga terlibat tindak pidana suap terkait pergantian antar waktu (PAW) di DPR. Wahyu hingga kini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh tim lembaga antirasuah. Selain Wahyu, KPK juga masih memeriksa tujuh orang lainnya. [ray]

Baca juga:
Ada Politikus dalam OTT Komisioner KPU Wahyu Setiawan
Kasus Suap Komisioner KPU Diduga Terkait PAW Anggota DPR
Komisioner Kena OTT, KPU Harus Buka Pintu untuk KPK Bersih-bersih
OTT Komisioner KPU, KPK Periksa 8 Orang
Pasca OTT, KPU Diminta Atasi Pragmatisme Masyarakat

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini