Gerindra: Penanganan Pandemi dan Persiapan Pemilu 2024 Dua Ranah Berbeda

Selasa, 11 Januari 2022 14:05 Reporter : Ahda Bayhaqi
Gerindra: Penanganan Pandemi dan Persiapan Pemilu 2024 Dua Ranah Berbeda Habiburokhman Tak Boleh Jenguk Ahmad Dhani di Rutan Cipinang. ©2019 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Survei Litbang Kompas mencatat kekhawatiran publik penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi akan terganggu karena persiapan menjelang Pemilu 2024. Sebesar 44 persen menyatakan khawatir penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi terganggu dengan agenda persiapan pemilu.

Menanggapi hasil survei ini, Waketum Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan, penanganan pandemi dan persiapan pemilu merupakan dua ranah yang berbeda. Menurutnya, tidak ada masalah persiapan pemilu tetap berjalan.

"Itu dua ranah yang berbeda. Yang mau siap-siap pemilu ya silakan saja, tapi enggak boleh melupakan," ujar Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/1).

Menurutnya, eksekutif bisa memaksimalkan kerjanya. Begitu juga bagi pejabat di legislatif. Justru dengan memaksimalkan kerjanya di tahun 2022 bisa menjadi modal untuk Pemilu 2024.

"Ada yang di eksekutif dimaksimalkan saja, begitu juga dengan legislatif. Termasuk calon-calonnya," ujarnya.

"Kalau dia ada di eksekutif saat ini tentu relevansinya dengan 2024 ya tunjukkan saja kerja-kerja yang maksimal, malah bisa positif kalau begitu," tegas Habiburokhman.

2 dari 2 halaman

Survei Litbang Kompas

Diberitakan, sebagian besar publik khawatir penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi di tahun 2022 akan terganggu dengan agenda persiapan Pemilu 2024. Sebabnya, 2022 merupakan tahun politik persiapan menuju Pemilu 2024.

Hal itu terekam dalam hasil survei Litbang Kompas yang dirilis pada Senin (10/1). Sebanyak 44,4 persen menyatakan khawatir penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi terganggu dengan agenda persiapan pemilu.

Nomor dua yang dikhawatirkan oleh publik adalah keamanan dan stabilitas politik makin rentan terganggu menjelang Pemilu 2024. Hal itu disuarakan responden sebesar 36,1 persen.

Pada urutan ketiga, sebesar 16,8 persen responden khawatir terjadi keterbelahan sosial (pemilih) semakin menguat menjelang Pemilu 2024. Sementara jawaban lain 0,3 persen, dan tidak tahu 2,4 persen. [ray]

Baca juga:
Megawati: Survei Jangan Jadi Pegangan, Bahagiakan Rakyat untuk Menangkan Pemilu 2024
Survei: 83% Publik Anggap Permendikbud 30/2021 Lindungi Korban Kekerasan Seksual
Survei SMRC: 60 Persen Publik Setuju RUU TPKS Disahkan
Survei: 55 Persen Publik Ingin Pejabat Tak Manfaatkan Jabatan untuk Pilpres 2024
Indikator Politik soal Cawapres 2024: Ada Anies, Sandiaga dan Erick Thohir

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini