Gerindra Minta La Nyalla Tepati Janji soal Potong Leher

Senin, 22 April 2019 11:02 Reporter : Sania Mashabi
Gerindra Minta La Nyalla Tepati Janji soal Potong Leher Anggota Komisi V DPR Fraksi Gerindra Mohammad Nizar Zahro. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua DPP Partai Gerindra Mohammad Nizar Zahro mengklaim capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno unggul dalam penghitungan suara pemilu di Madura. Kata dia, Prabowo-Sandi unggul sekitar 75 hingga 80 persen dari rivalnya Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

"Madura masih menjadi lumbung suara Prabowo Subianto bersama Sandiaga Uno. Kalau ditotal rata-rata hampir 75 - 85 persen. Walaupun dibombardir apa pun oleh petahana, orang Madura cerdas, tetap ingin ganti presiden," kata Nizar pada wartawan, Senin (22/4).

Dia memaparkan, berdasarkan data internal dan kertas rekapitulasi suara atau form C1 di tempat pemungutan suara (TPS) Prabowo-Sandi unggul telak. Salah satunya di Kabupaten Pamekasan, Jokowi - Amin 16 persen, Prabowo - Sandi 84 persen. Suara masuk sudah 97 persen, dengan total suara sah 618.220 dari 3057 TPS

Di Kabupaten Sampang, Jokowi - Amin mendapat suara sekitar 23 persen, Prabowo - Sandi 77 persen. Sedangkan di Pamekasan, Jokowi Amin dapat suara sekitar 36,68 persen, dan Prabowo - Sandi 63,32 persen dari 60 persen TPS.

"Ini membuktikan terhadap sumpah dan janji La Nyalla Mattaliti di kediaman KH Ma'ruf Amin yang ingin potong lehernya kalau di Madura Prabowo menang, sekarang janji itu sudah harus ditepati," ungkapnya.

Meski begitu, Ketua Umum Satria Gerindra ini berharap semua pihak bisa terus menjaga dan mengawal Suara Prabowo-Sandi. Sehingga tak ada lagi kecurangan di Pemilu 2019.

"Saya ingin sampaikan pesan atas nama ketum Satria, mohon kepada seluruh ketua PD dan PC agar tetap mengawal C1," ucapnya.

Diketahui, secara nasional, pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin unggul dari Prabowo-Sandi. Berdasarkan real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga pukul 06.52 WIB hari ini (22/1) data yang dimasukkan sudah 110.711 dari 813.350 TPS atau 13.61173 persen. Jokowi -Maruf mendapat 54,75 persen sedangkan Prabowo-Sandi 45,25 persen.

Proses penghitungan resmi masih dilakukan oleh KPU. Rekapitulasi dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan ke kabupaten, provinsi, hingga ke nasional.

Sebelumnya, Ketua Kadin Jawa Timur La Nyalla Mattalitti menyatakan dia siap dipotong lehernya jika capres Prabowo Subianto menang di Madura, Jawa Timur.

"Saya kan sudah omong potong leher saya kalau Prabowo bisa menang di Madura," ujar La Nyalla di kediaman Ma'ruf Amin, Jl Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/12/2018). [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini