Gerindra: Konflik TNI-Polri, SBY harus buka mata!

Kamis, 26 April 2012 12:27 Reporter : Muhammad Sholeh
sby-ani. merdeka.com

Merdeka.com - Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Martin Hutabarat, mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera mengambil sikap terkait bentrokan Brimob dengan Kostrad di Gorontalo yang menewaskan Prada Firman. SBY harus segera memanggil Kapolri dan Panglima TNI.

"Presiden harus dibuka matanya, supaya beliau sebagai pimpinan militer harus dapat menuntaskan masalah pemisahan TNI Polri, jangan seperti bom waktu," kata Martin kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/4).

Anggota Komisi III DPR ini menilai, selama pemisahan TNI dan Polri belum dituntaskan, maka konflik antara dua institusi bersenjata itu akan terus muncul.

"Banyak peristiwa antara keduanya. Konflik di Papua, ini karena masalah pemisahan yang belum tuntas," kata dia.

Seperti diketahui, bentrokan antara Brimob dan Kostrad terjadi di Gorontalo pada Minggu (22/4), dini hari. Peristiwa berdarah itu terjadi di kompleks kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gorontalo.

Kejadian bermula dari satu regu Brimob melakukan patroli dengan menggunakan mobil truk dan melintas di depan Kantor KPU Limboto. Tiba-tiba mobil itu dilempari batu dan botol oleh sekelompok orang tak dikenal.

Kemudian, sejumlah anggota Brimob melakukan penyisiran dan langsung terdengar letusan senjata api beberapa kali hingga menyebabkan empat anggota Kostrad luka tembak dan dua orang mengalami luka tertusuk sangkur. [dan]

Topik berita Terkait:
  1. Bentrok TNI Polri
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.